Breaking News:

Ramadan 2021

Tradisi Megengan dan Doa Bersama Lintas Agama di Kabupaten Gresik Jelang Bulan Ramadan

Gunungan kue tradisional apem tidak diarak keliling kampung seperti dahulu sebelum pandemi Covid-19.

tribun jatim/willy abraham
Tradisi Megengan di Kota Damai, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik, Minggu (11/12/2021) malam. 

SURYA.CO.ID, GRESIK - Tradisi Megengan masih dilestarikan oleh warga di Kota Damai, Kecamatan Kedamean satu hari sebelum masuk bulan Ramadhan.

Tradisi yang berlangsung di masa pandemi Covid-19 ini berlangsung dengan sederhana.

Gunungan kue tradisional apem tidak diarak keliling kampung seperti dahulu sebelum pandemi Covid-19.

Dalam acara megengan kali ini juga berlangsung doa bersama dari berbagai lintas agama.

Doa bersama lintas agama ini dipanjatkan karena musibah yang menimpa Indonesia seperti gempa, banjir bandang dan terorisme.

Korban bencana alam dan teror yang terjadi belakangan ini.

Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani menuturkan tradisi ini adalah budaya ketika memasuki bulan ramadhan umat islam, ritual budaya Magengan dengan gunungan kue apem.

"Bersama KH. Maruf bersama tokoh lintas agama, ada katolik, hindu, budha, kristen protestan dan lainnya. Megengan ini simbol toleransi umat beragama dihadiri tokoh masyarakat di Kota damai yang ada di kecamayan Kedamean. Terlihat harmonis, rukun sekali, mudah-mudahan ini menjadi pilot project, umat beragama walau berbeda terjalin kerukunan yang sangat baik," tuturnya.

Tokoh masyarakat, KH. Ma'ruf Amin mengatakan tokoh lintas agama berdoa atas musibah. Kemudian mengecam pengeboman yang tidak berprikemanusiaan.

Menurutnya, pengeboman itu adalah cara-cara kekerasan yang selama ini tidak diajarkan agama manapun.

"Kita mengecam segala tindak anarkisme kekerasan intoleran dengan cara radikal yang tidak sesuai dengan visi dan misi bangsa kita. Melalui forum ini kita berdoa bersama sesuai dengan munajat sesuai dengan agama dan keyakinan masing-masing. Semoga ke depan menjadi pioner pilot project ternyata di sebuah kampung ini rukun damai," tutupnya.

Setelah acara selesai warga langsung mengambil gunungan apem untuk disantap langsung bahkan dibawa pulang.

Penulis: Willy Abraham
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved