Breaking News:
Grahadi

Pemprov Jatim

Recovery Rumah Rusak Akibat Gempa Ditarget Dua Bulan Selesai, SDM TNI-Polri Dikerahkan

Selama menunggu bangunan rumah direcovery, masyarakat sudah disiapkan dana bantuan tunggu hunian Rp 500 ribu per bulan.

SURYA.CO.ID/Fatimatuz Zahro
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa bersama Bupati Lumajang M Thoriqul Haq kembali turun meninjau desa terdampak bencana gempa, Senin (12/4/2021). 

SURYA.CO.ID, LUMAJANG - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Bupati Lumajang M Thoriqul Haq kembali turun meninjau desa terdampak bencana gempa, Senin (12/4/2021).

Gubernur Jatim dan Bupati Lumajang itu meninjau Desa Sidomulyo Kecamatan Pronojiwo Kabupaten Lumajang yang mengalami dampak signifikan akibat gempa bermagnitudo 6,1 yang berepisentrum di barat daya Kabupaten Malang, Sabtu (10/4/2021) lalu.

Khofifah menyapa warga yang terdampak gempa, dan menguatkan mereka untuk kuat dan tabah. Khofifah juga menyampaikan kabar gembira bahwa rumah mereka yang rusak akan mendapatkan bantuan renovasi dan bangun ulang dari BPNB.

Dengan nilai Rp 50 juta untuk rumah rusak berat, Rp 24 juta kategori rusak sedang dan 10 juta kategori rusak ringan. Selain itu, mereka juga diberikan uang bantuan tunggu hunian Rp 500 ribu per rumah tangga per bulan selama menunggu pembangunan rumah selesai.

“Saya tadi malam sama Pangdam dan Kapolda dan juga Bupati berkoordinsi, memastikan bahwa hari ini seluruh SDM TNI Polri fokus untuk proses percepatan pembangunan rumah terdampak. Baik yang rusak berat sedang dan ringan. Presiden berharap dalam dua bulan ini, pembangunan selesai,” kata Khofifah.

Oleh sebab itu seluruh SDM TNI dan juga Polri harus dipetakan sesuai dengan tingkat keparahan masing-masing rumah. Selain itu, untuk pembangunan fasum nanti juga akan dibantu pendanaannya dari Kementerian PU-PR.

Lebih lanjut Khofifah menegaskan bahwa kini update validasi data rumah warga terus dilakukan. Ia meminta pendataan dilakukan secara terbuka. Bahkan kalau bisa ditempel di balai desa.

Tujuannya agar warga yang bersangkutan jika belum terdata bisa langsung melapor. Begitu juga jika rumah mereka terdata kurang pas maka bisa turut mengkoreksi. Misalnya harusnya rusak berat namun ditulis rusak sedang dan seterusnya.

“Selama menunggu bangunan rumah direcovery, masyarakat sudah disiapkan dana bantuan tunggu hunian Rp 500 ribu per bulan. Maka kami kinta agar dimaksimalkan agar tidak berkumpul di pengungsian sehingga berpotensi menjadi penularan covid-19,” tegasnya.

Selain itu Pemprov Jatim juga dapat dana bantuan senilai Rp 1 M. Ditegaskan Khofifah bahwa dana dari pusat itu nanti peruntukannya adalah sebagai biaya operasional untuk Dapur Umum Lapangan yang tersebar di Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang.

“Bantuan ini akan sangat membantu dalam proses penanganganan kebencanaan saat tanggap darurat seperti saat ini,” imbuh Khofifah.

Pemprov Jatim memastikan bahwa mereka akan bergerak cepat utamanya dalam penyaluran bantuan dan mengkoordinasikan dengan pihak terkait. Baik bersama Forkopimda Jawa Timur, Pemda terdampak, BPBD, Tagana serta relawan lainnya.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved