Breaking News:

Berita Bangkalan

Potensi Madura Tetap Seksi Meski Terbentur IPM dan Kemiskinan, Forum Rektor Sepakat Samakan Visi

Sjaifurrachman mengakui, Madura selama ini terkendala masalah kemiskinan dan rendahnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di empat kabupaten.

surya/ahmad faisol
Rektor Universitas Trunojoyo Madura Dr Drs EC H Muh Syarif, Msi meneken Kerjasama antar Perguruan Tinggi se Madura, di Gedung Graha Utama Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Lantai 10, Desa Telang, Kecamatan Kamal Bangkalan, Senin (12/4/2021). 

SURYA.CO.ID, BANGKALAN – Kalau dikelola dengan baik, Madura dengan segala potensinya, kelak bisa menjadi 'Madu' untuk negara. Pesan implisit itu dilontarkan Rektor Universitas Wiraraja (Unija) Sumenep, Dr Sjaifurrachman, SH, CN, MH dalam Forum Rapat Kerja 43 pimpinan Perguruan Tinggi se-Madura di Graha Utama Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Lantai 10, Desa Telang, Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan, Senin (12/4/2021).

Sjaifurrachman mengakui, Madura selama ini terkendala masalah kemiskinan dan rendahnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) masyarakat di empat kabupaten. Tetapi hal itu justru bisa menjadi salah satu pelecut para rektor untuk merapatkan barisan.

“Saya menyambut baik forum ini, semoga ke depan menjadi titik terang bagi Madura. Seperti yang kita tahu bersama, kalau kita lihat IPM dan kemiskinan, masih terendah. Ini mungkin merupakan salah satu cara dan upaya untuk meningkatkan itu semua,” ungkap Sjaifurrachman kepada SURYA.

Sjaifurrachman juga mengungkapkan, Forum Rapat Kerja tersebut merupakan potensi luar biasa di bidang pendidikan dalam rangka menyamakan visi dan misi, berkolaborasi program kerja, penguatan kelembagaan, peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) serta Sumber Daya Alam (SDA).

Forum itu mempertemukan 43 pimpinan Perguruan Tinggi baik negeri maupun swasta di Madura. Dan semua bersepakat dalam Penandatanganan Kerjasama antar Perguruan Tinggi se Madura, Pembahasan Program Kerja, dan Implementasi Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

Sebanyak 43 pimpinan Perguruan Tinggi Negeri maupun Swasta se Madura itu berasal dari 13 Perguruan Tinggi di Bangkalan, 5 Perguruan Tinggi di Sampang, serta masing-masing sebanyak 13 Perguruan Tinggi dari Pamekasan dan Sumenep.

“Tadi disampaikan Madura ini sangat seksi. Saya katakan lebih dari itu. bukan hanya seksi. Kalau dikelola dengan baik, Madura akan menjadi madunya negara,” tegas Sjaifurrachman.

Ia lantas mengambil satu contoh SDA berupa energi minyak dan gas (migas) yang dieksploitasi dari Pulau Pagurungan Sumenep. Migas dari pulau tersebut menjadi tulang punggung sektor migas di Jawa Timur.

“Sekarang Pulau Pagurungan menyuplai kebutuhan migas di seluruh Jawa Timur di angka 53 persen. Itu baru satu titik, satu pulau. Sedangkan di Kabupaten Sumenep terdata sebanyak 126 pulau,” pungkasnya.

Sementara Rektor UTM, Dr Drs EC H Muh Syarif, Msi mengungkapkan, dari Forum Rapat Kerja tersebut diharapkan akan ada pengembangan kapasitas dan kelembagaan di masing-masing kampus, pengembangan prodi yang dikaitkan dengan potensi Madura, dan pengembangan sumber daya yang ada di Madura.

“Jadi kelembagaan masing-masing perguruan tinggi mana yang bisa memberikan kontribusi, saling melengkapi, mengembangkan program studi berdasarkan pengembangan potensinya. Termasuk pengembangan SDM di Pulau Madura,” ungkap Muh Syarif.

Tidak sekedar menyamakan visi dan misi antar kampus se-Madura, Forum Rapat Kerja tersebut juga membuka kesempatan setiap kampus untuk membuka komunikasi secara intens dengan empat pemda di Madura.

“Ini sudah kami bahas, sumbangan pemikiran dari para pemangku kebijakan di empat pemerintahan daerah di Madura sangat kami perlukan,” jelas Muh Syarif.

Dan Forum Rapat Kerja itu disepakati akan digelar setiap tiga bulan di Perguruan Tinggi yang berbeda. Selain itu Muh Syarif didapuk sebagai Ketua Forum Rapat Kerja. Sedangkan Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura, Dr H Mohammad Kosim, Mag menjadi Sekretaris.

“Agenda kami dalam kesempatan forum berikutnya adalah membahas potensi-potensi SDA di Madura seperti migas dan garam sebagai pengembangan prodi (program studi). Terkait migas, kami sudah bertemu dengan kepala SKK Migas kemarin,” pungkas Muh Syarif. ****

Penulis: Ahmad Faisol
Editor: Deddy Humana
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved