Persebaya Surabaya
Persebaya Surabaya Berduka, Ditinggal Legenda Bajul Ijo Mbah Mad Drai
Persebaya Surabaya berduka. Tim Bajul Ijo kembali ditinggal legendanya, Mbah Mad Drai yang meninggal dunia, Minggu (11/4/2021) malam .
Penulis: Khairul Amin | Editor: Fatkhul Alami
Penulis: Khairul Amin | Editor: Fatkhul Alami
SURYA.co.id | SURABAYA - Persebaya Surabaya berduka. Tim Bajul Ijo kembali ditinggal legendanya, Mbah Mad Drai yang meninggal dunia, Minggu (11/4/2021) malam .
Mbah Mad Drai merupakan mantan pemain Persebaya yang pengabdian terakhirnya di Bajul Ijo pada musim 2020 lalu menjadi masseur.
Mbah Mad Drai merupakan sosok yang menjadi saksi kiprah Persebaya di kompetisi nasional selama hampir lima dekade.
Pria kelahiran 10 Agustus 1947 itu menilai karier sebagai pemain Persebaya pada tahun 1967, sebelum akhirnya menjadi masseur Bajul Ijo pada tahun 1980-an.
"Innalilahi Wa Innaalillahi rojiun, Persebaya ditinggalkan salah satu legendanya, Mbah Mad Drai yang berpulang Minggu (11/4/2021) malam," tulis akun resmi Persebaya dikutip Surya.co.id, Senin (12/4/2021).
"Mugi Almarhum Khusnul Khatimah, dilapangkan kuburannya dan diterima amal ibadahnya. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan," tambahnya.
Mbah Mad Drai merupakan sosok yang setiap pada Persebaya.
Saat terjadi dualisme, dan mendapatkan tawaran dari klub yang menggunakan nama Persebaya, yakni Persebaya DU/ISL. Mbah Mad Drai tidak bergeming, tetap setia bergabung ke Persebaya 1927.
Hal itu diungkapkan Mbah Mad Drai dalam sebuah wawancara pada Surya, pada 2018 silam.
"Waktu ramai dualisme, saya diajak gabung agar yang sana bisa dianggap Persebaya asli. Tapi saya tetap bersama Persebaya, tidak saya ambil," ungkap Mbah Mad Rai pada Surya.co.id 2018 lalu.
Akibat kecintaannya pada Persebaya, Mbah Mad Drai tidak bisa menyembunyikan kekecewaan saat Persebaya sempat dibekukan dan tidak diakui PSSI.
PSSI baru mengakui kembali Persebaya tahun 2017 lalu dan langsung menjadi juara Liga 2 2017 dan kembali ke kompetisi tertinggi tanah air.
"Waktu Persebaya ‘dimatikan’ saya merasa hancur, sedih. Saya sempat kepikiran, bagaimana nasib Persebaya nantinya," paparnya.
"Saya juga sempat melarikan diri ke tim lain. Tapi tidak bisa lama, sebab hati nurani saya berteriak tidak puas," pungkas Mbah Mad Drai.
Selamat jalan Mbah Mad Drai.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/persebaya-surabaya-berduka-ditinggal-legenda-bajul-ijo-mbah-mad-drai.jpg)