Breaking News:

Pasukan Myanmar Mengamuk, Bubarkan Demonstran Pakai Geranat, 80 Demonstran Tewas di Myanmar

Menurut pemberitaan AAP dan Myanmar Now setidaknya 82 orang tewas selama protes terhadap kudeta militer yang berlangsung sejak 1 Februari 2021.

Kolase AFP/SAI AUNG MAIN/ANTARA FOTO/REUTERS/Stringer/WSJ/djo/
Para pengunjuk rasa berlari setelah gas air mata ditembakkan oleh polisi yang mencoba membubarkan mereka selama demonstrasi menentang kudeta militer di Yangon, Myanmar, Minggu (28/2/2021). Sedikitnya 18 orang tewas dan 30 lainnya terluka dalam aksi demonstrasi di Myanmar pada 28 Februari, serta disebut sebagai hari paling berdarah dalam serentetan aksi protes menentang kudeta militer. Foto kanan : Warga mengikuti aksi protes menolak kudeta militer di Yangon, Myanmar, Selasa (2/3/2021). Gambar diambil dari balik jendela. 

SURYA.co.id I YANGOON - Demonstrasi anti-kudeta militer di Myanmar terus berlangsung. Militer pun gelap mata. Militer dilaporkan Myanmar menembakkan granat senapan ke pengunjuk rasa di kawasan dekat kota Yangon pada hari Jumat (9/4/2021) dan menewaskan lebih dari 80 orang menurut Association for Political Prisoners (AAP) dalam artikel yang dimuat Reuters, Minggu (11/4).

Rincian korban tewas di kota yang bernama Bago tersebut belum tersedia karena pasukan keamanan menumpuk mayat korban di kompleks pagoda Zeyar Muni dan menutup daerah tersebut, menurut saksi mata dan media domestik.

Menurut pemberitaan AAP dan Myanmar Now setidaknya 82 orang tewas selama protes terhadap kudeta militer yang berlangsung sejak 1 Februari 2021.

Penembakan dimulai sebelum fajar akhir pekan lalu dan berlanjut hingga sore hari. "Ini seperti genosida, mereka menembaki setiap bayangan," menurut seorang demonstran bernama Ye Htut.

Banyak penduduk kota yang telah melarikan diri, menurut akun di media sosial. Seorang juru bicara junta militer Myanmar tidak dapat dihubungi untuk konfirmasi.

Namun, angka tersebut dibantah oleh pihak militer, yang mengatakan bahwa kudeta pada pemilihan umum November 2020 lalu yang dimenangi oleh partai Aung San Suu Kyi dianggap curang. Komisi pemilihan pun telah menolak pernyataan tersebut.

Juru bicara Junta Mayjen Zaw Min Tun mengatakan pada konferensi pers pada hari Jumat (9/4) di ibukota Naypyitaw bahwa militer telah mencatat 248 kematian warga sipil dan 16 kematian polisi. Pihaknya juga menyebut tidak menggunakan senjata otomatis.

Aliansi pasukan etnis di Myanmar yang menentang tindakan keras junta menyerang sebuah kantor polisi di timur pada Sabtu (10/4) menyebut sedikitnya 10 polisi tewas dalam aksi tersebut.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Militer Myanmar Lepaskan Granat ke Arah Demonstran, 80 Orang Dilaporkan Tewas

Editor: Suyanto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved