Breaking News:
Grahadi

Pemprov Jatim

Gubernur Khofifah Naik Sepeda Motor Tinjau Pelosok Desa di Lumajang yang Terdampak Gempa

Gubernur Khofifah blusukan menyapa masyarakat di Lumajang yang dirundung duka akibat gempa yang mengguncang Jawa Timur akhir pekan lalu.

Humas Pemprov Jatim
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa dibonceng menggunakan sepeda motor untuk menuju daerah paling terdampak gempa di Dusun Iburaja, Desa Kaliuling, Kecamatan Tempusari, Kabupaten Lumajang, Senin (12/4/2021). 

SURYA.CO.ID, LUMAJANG - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa terus blusukan menyapa masyarakat yang dirundung duka akibat gempa bermagnitudo 6,7 SR (Skala Richter) yang mengguncang Jawa Timur akhir pekan lalu.

Senin (12/4/2021) siang ini, Gubernur Khofifah menuju Dusun Iburaja, Desa Kaliuling, Kecamatan Tempusari, Kabupaten Lumajang.

Lantaran lokasinya ada di pelosok dan tidak bisa dilintasi dengan kendaraan roda empat, maka Gubernur Khofifah pun nekat naik sepeda motor sejauh 4 km demi bertemu masyarakat.

Dibonceng oleh pengawal pribadi, Khofifah menelusuri kawasan pedesaan yang paling parah terdampak gempa.
Medan yang terjal tak menghalanginya untuk menyalurkan bantuan pada korban terdampak gempa.

“Ini dusun yang terparah terdampak gempa. Maka kami ingin memastikan kondisi mereka sudah aman dan rumah-rumah warga yang rusak akan kami rekonstruksi. Jalannya tidak bisa dilalui mobil, jadi naik motor ini tadi,” kata Khofifah.

Di lokasi Dusun Iburaja, Khofifah juga menyempatkan diri menikmati nasi bungkus bersama warga terdampak. Ia melihat langsung banyak rumah-rumah yang rusak dan fasilitas umum yang rusak.

Bersama Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, Gubernur Khofifah berpesan agar rekonstruksi fasum terutama masjid dan musala diprioritaskan karena malam nanti sudah mulai ibadah Tarawih di bulan Ramadan.

"Saya mohon semua membangun sinergitas untuk melakukan percepatan penangan tanggap darurat, proses recovery dan rekonstruksi. Saat ini adalah masa tanggap darurat. Setelah tanggap darurat akan dilanjutkan recovery selanjutnya rekonstruksi," ungkap Khofifah.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Khofifah juga menyerahkan banyak bantuan kepada Pemkab Lumajang. Di antaranya, 500 kg beras, 60 paket lauk pauk, 240 paket tambah gizi, 50 lembar terpal, 100 pcs selimut, 50 dus mie instan, 10.000 pcs masker kain, 200 paket sembako.

Selain itu juga diserahkan santunan sebesar Rp 10 juta untuk masing-masing ahli waris dari 5 orang yang meninggal dunia akibat musibah gempa ini.

Untuk Dusun Ibu Raja Desa Kaliuling, bantuan diberikan kepada Juwanto, H Nasar dan P Bunanggi. Sedangkan untuk di Desa Tempurejo bantuan diberikan kepada Ahmad Fadholi dan Sri Yani.

Usai peninjauan, Khofifah meminta berbagai pihak bersinergi untuk segera melakukan percepatan penanganan dampak gempa termasuk recovery dan rekonstruksi untuk penanganan pasca gempa.

Di mana, sinergitas ini mencakup pemerintah provinsi, aparat TNI/Polri, Satgas Bencana BUMN, serta pemerintah daerah terdampak hingga di level desa dan kelurahan. Tentunya, dengan dukungan dari pemerintah pusat.

Terkait pelibatan anggota TNI dan Polri dalam proses recovery dan rekonstruksi, Khofifah menjelaskan, bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Pangdam V/Brawijaya dan Kapolda Jatim untuk memastikan SDM yang membantu percepatan pembangunan rumah yang terdampak.
Sesuai arahan Kepala BNPB jika kategori rusaknya ringan sampai sedang, maka dilakukan dengan skema swakelola.

"Untuk kategori rumah yang rusak berat, bantuan dari pemerintah pusat sebesar Rp 50 juta, di luar biaya pembangunan. Sedangkan untuk pembenahan fasilitas umum dan fasilitas sosial akan ditangani oleh PUPR," terang Gubernur Khofifah.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved