Breaking News:

Berita Jember

Peserta UTBK Jember Tak Perlu Bawa Hasil Rapid Test, Tetapi Suhu di Atas 37 Derajat Dilarang Masuk

Dengan keterangan dari RT/RW, peserta membuktikan bahwa status daerahnya termasuk Zona Merah, Zona Kuning, atau Zona Hijau.

Surya/ahmad zaimul haq
Peserta Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK). 

SURYA.CO.ID, JEMBER - Aturan untuk mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) di kampus Universitas Jember (Unej) pada 2021, mengalami perubahan. Yaitu peserta UTBK tidak perlu membawa hasil negatif rapid test, seperti pada UTBK tahun 2020.

Meski pelaksanaan UTBK tahun ini juga masih digelar di masa pandemi Covid-19, aturan yang dirubah adalah persyaratan mengenai status domisili peserta. Pihak Unej menyebutkan, surat keterangan negatif Covid-19 dari tes rapid itu, digantikan surat keterangan mengenai status lingkungan tempat tinggal peserta UTK.

Dengan keterangan dari RT/RW, peserta membuktikan bahwa kondisi status daerahnya termasuk Zona Merah, Zona Kuning, atau Zona Hijau.

“Sesuai hasil pertemuan kami dengan Tim Satgas Penanganan Covid-19 Pemkab Jember dan Pemkab Bondowoso, peserta cukup membawa surat keterangan dari RT dan RW yang menyatakan kondisi status daerahnya. Apakah masuk zona merah, kuning atau hijau,” Ketua Pusat UTBK Universitas Jember, Prof Slamin, Minggu (11/4/2021).

Hanya, tidak disebutkan apa pengaruh adanya surat keterangan kondisi daerah asal peserta itu bagi pelaksanaan UTBK.

Meski tidak ada keterangan negatif Covid-19, Slamin menegaskan, pihaknya menggelar UTBK SBMPTN dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

"Semua peserta UTBK 2021 di kampus Unej wajib mematuhi dan melaksanakan protokol kesehatan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah," tegasnya.

Protokol kesehatan yang wajib dilakukan antara lain selalu memakai masker, menjaga jarak dan menjauhi keramaian selain selalu membawa perlindungan pribadi menghadapi Covid-19.

Slamin menyebut, seluruh aturan bagi peserta UTBK itu sudah disampaikan kepada calon peserta melalui laman resmi Unej, juga media sosial Unej.

Pria yang juga Wakil Rektor I Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni itu menambahkan, peserta UTBK sebaiknya menjaga kesehatannya selain giat belajar. Karena ketika pemeriksaan kesehatan di pintu masuk kampus, kalau ternyata peserta dalam kondisi sakit atau suhu tubuhnya melebihi 37,3 Celcius, ia akan ditolak masuk oleh panitia.

“Mohon peserta hadir di lokasi UTBK satu jam sebelum jam ujian mulai agar memudahkan panitia dalam melaksanakan tahapan pemeriksaan kesehatan peserta yang menjadi bagian dari protokol kesehatan,” tegasnya.

Pelaksanaan UTBK SBMPTN di Kampus Unej 2021 ini diikuti 14.071 peserta di Kampus Tegalboto Jember dan Kampus Bondowoso. Mereka terbagi dua gelombang ujian, yakni gelombang pertama pada 12-18 April 2021, dan gelombang kedua pada 26 April sampai 2 Mei 2021. Dalam satu hari terbagi dua sesi UTBK, yakni sesi pagi dan siang. ***

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Deddy Humana
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved