Breaking News:

Berita Nganjuk

Percepat Proyek Bendungan Semantok, Bupati Nganjuk Intensif Komunikasi dan Lobi Pemerintah Pusat

Upaya mempercepat pembangunan proyek strategis nasional Bendungan Semantok, Pemkab Nganjuk intensif melakukan komunikasi dan melobi Pemerintah Pusat.

foto: humas pemkab nganjuk untuk surya.co.id
Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidhayat (kiri) bersama Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak (tengah) bertemu Menteri ATR/BPN, Sovyan Djalil di kantor Kementerian ATR/BPN di Jakarta. 

SURYA.CO.ID, NGANJUK - Upaya mempercepat pembangunan proyek strategis nasional Bendungan Semantok, Pemkab Nganjuk intensif melakukan komunikasi dan meloby Pemerintah Pusat.

Hal itu dilakukan terutama untuk menyelesaikan persoalan tersisa dari proyek Bendungan Semantok terkait nilai ganti rugi lahan milik warga terdampak yang belum selesai.

Bupati Nganjuk, Novi Rahman Hidhayat mengatakan, pihaknya bersama Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak secara khusus telah bertemu dengan Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Badan Pertanahan Nasional (BPN), Sofyan Djalil.

Di mana pertemuan yang dilakukan tersebut sangat penting karena pihaknya butuh berkonsultasi dengan Menteri ATR/BPN agar polemik yang terjadi dalam pembangunan Bendungan Semantok dapat menemukan jalan keluar.

"Dari pertemuan itu hasilnya cukup solutif, Bapak Menteri ATR/BPN hanya meminta kepala daerah cukup membuat sebuah berita acara dari apa yang dimaksudkan dalam penyelesaian nilai ganti rugi lahan warga," kata Novi Rahman Hidhayat, kemarin.

Berita acara tersebut, dikatakan Novi Rahman Hidhayat, dapat ditindaklanjuti untuk diimplementasikan ke lapangan sebagai dasar evaluasi ulang proses nilai ganti rugi lahan warga.

Dengan demikian bisa dilaksanakan penghitungan kembali nilai konsinyasi atau ganti rugi kepada masyarakat.

"Kami kira ini perkembangan sangat baik. Mudah-mudahan kami bisa mempercepat pelaksana pekerjaannya, sehingga target penyelesaian pembangunan Bendungan Semantok bisa terpenuhi sekitar bulan April 2022 mendatang,” tandas Novi Rahmah Hidhayat.

Sementara Wagub Emil Elistianto Dardak menambahkan, pertemuan tersebut merupakan tindaklanjut atas koordinasi antara Kementerian PUPR melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas dengan Pemprov Jatim, untuk membahas Proyek Stratetgis Nasional Bendungan Semantok di Kabupaten Nganjuk.

“Ini salah satu istilah sebagai studi kasus terhadap apa yang perlu kita cermati untuk banyak proyek-proyek pembangunan infrastruktur strategis lainnya di Jawa Timur," kata Emil Elestianto Dardak.

Halaman
12
Penulis: Ahmad Amru Muiz
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved