Breaking News:

Berita Sidoarjo

Salah Satu Penyebab Perolehan DID Kabupaten Sidoarjo Merosot Tajam Tahun ini, hanya Rp 18,1 Miliar

Dana Insentif Daerah (DID) yang diterima Kabupaten Sidoarjo dari pemerintah pusat merosot tajam tahun ini.

Foto Humas Pemkab Banyuwangi
Ilustrasi imunisasi balita. PerolehanDana Insentif Daerah (DID) Kabupaten Sidoarjo tahun ini menurun dibanding lalu salah satu penyebabnya indikator program imunisasi balita yang rendah. 

SURYA.co.id | SIDOARJO – Dana Insentif Daerah (DID) yang diterima Kabupaten Sidoarjo dari pemerintah pusat merosot tajam tahun ini.

Jika tahun 2020 lalu Sidoarjo menerima Rp 61,8 miliar, tahun 2021 ini DID yang diterima hanya Rp 18,1 miliar.

Kondisi itu tentu memantik keprihatinan sejumlah kalangan, termasuk para anggota DPRD Sidoarjo yang mengaku sangat menyayangkan perihal tersebut.

Apalagi, diketahui bahwa menurunnya angka DID yang diterima Kabupaten Sidoarjo ini salah satu penyebabnya skor imunisasi balita yang terbilang rendah.

“Tentu kami sangat prihatin,” kata Bangun Winarso, anggota Komisi D DPRD Sidoarjo, Jumat (9/4/2021).

Menurutnya, ada beberapa indikator di Dinas Kesehatan yang belum memenuhi passing grade.

Sehingga menjadi salah satu sebab atau alasan kucuran dana DID dari APBN atau dari pemerintah pusat tidak mengalir ke Sidoarjo.

“Beberapa indikator itu, antara lain ada belanja modal kesehatan yang hanya mencapai skor 45.

Kemudian balita mendapat imunisasi lengkap hanya mencapai skor 50. Lalu persalinan di fasilitas kesehatan skornya juga baru 75," ungkap politisi PAN tersebut.

Hal serupa disampaikan M Rojik, Anggota Komisi B DPRD  Sidoarjo.

Pihaknya mengungkapkan bahwa secara makro, di tahun 2021 ini Sidoarjo hanya mendapat kucuran DID dari pusat sebesar Rp 18,19 miliar. Jauh di bawah tahun 2020 yang mencapai Rp 61,8 miliar.

Hal itu sangat disayangkan. Karena dana itu juga selama ini sangat membantu untuk pembangunan dan operasional pemerintahan daerah.

Diharapkan Pemkab Sidoarjo termasuk dinas terkait dapat meningkatkan kualitas di 2021 ini.

Di sisi lain, Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo, Syaf Satriawarman mengatakan bahwa kecilnya pelaksanaan imunisasi juga bukan tanpa sebab.

Kondisi pandemi Covid 19 disebutnya berdampak pada kecilnya pelaksanaan imunisasi di daerah.

“Angka imunisasi itu kecil karena banyak fokus untuk kegiatan penanganan covid-19. Dan saat ini, fokusnya juga dalam kegiatan vaksinasi covid-19,” kata dokter Syaf.

Setelah penanggulangan Covid -19 nanti, Dinas Kesehatan disebutnya akan kembali meningkatkan layanan-layanan lain.

Termasuk program pelayanan kesehatan terkait imunisaai, persalinan warga di faskes, dan sejumlah layanan lainnya.

Penulis: M Taufik
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved