Breaking News:

Berita Mojokerto

Pemicu Warga Gondang Kabupaten Mojokerto Blokade Jalan Akses Menuju Pertambangan Pasir

Sejumlah masyarakat melakukan aksi protes menolak keberadaan tambang pasir di Dusun Seketi, Desa Jatidukuh, Kecamatan Gondang Kabupaten Mojokerto.

surya.co.id/mohammad romadoni
Warga memblokade akses pertambangan pasir diduga ilegal di Dusun Seketi, Desa Jatidukuh, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto. 

SURYA.co.id | MOJOKERTO - Sejumlah masyarakat melakukan aksi protes menolak keberadaan tambang pasir di Dusun Seketi, Desa Jatidukuh, Kecamatan Gondang  Kabupaten Mojokerto.

Warga memblokir akses jalan menuju area pertambangan mengunakan batang bambu dan menanam pohon pisang untuk menghalau truk pasir. 

Mereka menuntut aktivitas tambang galian-C diduga ilegal tersebut supaya dihentikan dan ditutup lantaran dampaknya bisa merusak jalan serta lingkungan serta berpotensi memicu bencana alam.

Ini merupakan aksi susulan yang sebelumnya ratusan warga menggeruduk rumah Kepala Dusun Seketi, Desa Jatidukuh menolak aktivitas pertambangan pasir, Kamis (25/3/2021) pukul 21.00 WIB kemarin.

Seorang warga setempat AS (49), mengaku sudah empat kali mereka melakukan aksi protes yang menuntut tambang galian-C ditutup.

Selain itu, masyarakat juga mengeluh lantaran aktivitas truk pasir mengakibatkan jalan rusak dan licin sehingga banyak pengendara motor jatuh kepeleset. Setidaknya ada sepuluh truk pasir yang hilir-mudik melewati jalan desa.

"Masyarakat kompak tidak ingin ada galian pasir di kampung ini karena dampaknya merusak jalan akibatnya banyaknya aktivitas truk pasir," ungkapnya, Jumat (9/4/2021).

Menurut dia, pemilik tambang pasir juga dianggap ingkar janji terkait kompensasi sebanyak Rp.12,5 juta per bulan dan pembangunan sumur bor di dusun Seketi yang hingga kini belum terealisasi.

"Kompensasi setiap keluarga itu sebanyak Rp.50 ribu dan sumur bor karena sungai tercemar akibat aktivitas penambangan pasir," jelasnya.

Aktivitas galian pasir berada di lahan seluas kurang lebih satu hektare sudah berlangsung selama 1 tahun. Penambangan sempat berhenti sejenak karena penolakan warga namun kembali beroperasi pada Februari 2021.

Halaman
12
Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved