Breaking News:

Berita Lamongan

Pemda Belum Bahas Kegiatan Ramadhan, Kemenag Lamongan Izinkan Shalat Tarawih Berjamaah

Takmir masjid di seluruh Lamongan juga wajib menyediakan petugas untuk menghalau jamaah yang berkerumun

SURYA.CO.ID/Hanif Manshuri
Masjid Agung Lamongan, yang selalu ramai saat shalat Tarawih di bulan Ramadhan. 

SURYA.CO.ID, LAMONGAN - Menghilangkan kegiatan shalat Tarawih berjamaan di masjid-masjid selama bulan suci Ramadhan, sungguh sangat disayangkan umat Islam di Lamongan meski itu penting untuk mencegah penularan Covid-19. Karena itu Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Lamongan menilai shalat Tarawih berjamaah masih bisa diperbolehkan.

Tentunya, peluang untuk kembali memenuhi masjid-masjid untuk menunaikan salah satu kegiatan selama Ramadhan itu, harus dengan aturan ketat. Menurut Kasi Bimbingan Masyarakat Islam Kantor Kemenag Lamongan, M Khoirul Anam, shalat tarawih berjamaah tidak sampai memenuhi masjid.

Untuk mencegah penyebaran Covid-19, kapasitas jumlah jamaah salat tarawih tidak melebihi 50 persen.
"Kalau tahun lalu tidak boleh, tetapi sekarang sudah bisa shalat berjamaah di masjid tetapi hanya 50 persen dari kapasitas," kata Anam kepada SURYA, Jumat (9/4/2021).

Dengan status resiko penularan Covid-19 sedang atau zona kuning, menurut Anam, seharusnya kesempatan umat Islam menjalankan shalat Tarawih berjamaah, bisa dibuka kembali.

Selain dibatasi, jamaah shalat Tarawih juga wajib mematuhi protokol kesehatan, seperti menjaga jarak shaf, tidak boleh berkerumun di dalam masjid, mencuci tangan sebelum masuk masjid dan pengecekan suhu tubuh.

"Saat ini Lamongan sudah zona kuning, tetapi jaga jarak saat shalat Tarawih masih perlu diterapkan dan masjid juga harus dipasang tanda barisan shaf salat," ungkapnya.

Setiap masjid akan dijaga beberapa petugas untuk menghalau jamaah yang berkerumun. Takmir masjid di seluruh Lamongan juga wajib menyediakan petugas untuk menghalau jamaah yang berkerumun terutama anak muda dan anak-anak.

Surat imbauan juga sudah dikirim ke KUA untuk disosialisasikan ke masjid dan takmir. " Kita berharap masyarakat sadar, karena saat ini masih situasi pandemi, " harapnya.

Imbaun lain yang harus dihindari adalah masyarakat diminta tidak menggelar kegiatan ngabuburit. Untuk aturan ngabuburit, Kemenang Lamongan tidak mempunyai wewenang melarangnya.

Namun disarankan bagi masyarakat agar tidak menggelar kegiatan tersebut karena dikhawatirkan memicu penularan Covid-19. "Memang, ngabuburit tidak tertulis dalam edaran Kemenag RI, namun jika ada kerumunan maka berbahaya dan berpotensi ada penyebaran virus," katanya.

Sementara itu, imam masjid juga diminta memperpendek bacaan saat shalat. Untuk kepentingan imbauan, biasanya sebelum pelaksanaan puasa seluruh jajaran Forkompinda Lamongan akan menggelar pertemuan membahas pelaksanaan kegiatan ibadah puasa. Seperti ngabuburit, taddarus Al-Quran dan kegiatan keagamaan selama Ramadhan. ****

Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Deddy Humana
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved