Breaking News:

Berita Madiun

Tidak Serem Lagi, Pemakaman di Kota Madiun Jadi Kebun Sayur, Bunga sampai untuk Pelihara Burung Dara

Mendengar kata 'pemakaman' atau 'kuburan', yang terlintas di benak orang adalah tempat sepi yang seram, kurang terawat dan monoton

surya/rahardian bagus p
TPU Selo di Kota Madiun sudah dilengkapi taman sayuran, cara memanfaatkan areal pemakaman untuk tanaman produktif. 

SURYA.CO.ID, MADIUN - Mendengar kata 'pemakaman' atau 'kuburan', yang terlintas di benak orang adalah tempat sepi yang seram, kurang terawat dan monoton. Tetapi pemandangan itu bakal pelahan terhapus, setelah areal tempat pemakaman umum (TPU) di Kota Madiun dilombakan untuk menjadi kawasan paling bersih.

Melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), Pemkot Madiun memang kembali menggelar Lomba Kebersihan Makam Tingkat Kota Madiun Tahun 2021. Tahun lalu, lomba yang sama digelar kali pertama.

Dan ternyata respons para pengelola TPU di Kota Madiun cukup antusias. Mereka berlomba-lomba mempercantik pemakaman di kelurahan mereka. Misalnya,di TPU Selo, Kelurahan Kanigoro, Kecamatan Kartoharjo.

Juru kunci makam TPU Selo, Widji (63) mengatakan, pihaknya telah mengubah TPU Selo menjadi indah dan jauh dari kesan angker. Di antaranya membuat taman di sekitar TPU yang memiliki luas lahan sekitar 5000 meter persegi ini.

"Kami juga mengikuti lomba kebersihan makam, makanya makam kami cat warna-warni, kami buat taman," kata Widji saat ditemui di TPU Selo, Kamis (8/4/2021) siang.

Pantauan di lokasi, ratusan makam yang ada di TPU tampak dicat beraneka warna. Selain itu, juga terdapat taman mengelilingi makam. Di antaranya, taman tanaman obat-obatan, taman berisi tanaman sayuran, taman bunga, serta kebun pisang dan ketela.

Kalau areal pemakaman itu berwarna-warni dan asri, tentu kelak bisa jadi tempat tujuan wisata. Atau warga bisa memanen sayuran di sana.

Selain itu, pengelola juga menambahkan beberapa sangkar burung dara. "Kami juga memelihara burung dara, ada sekitar 14 ekor," katanya.

Widji mengatakan, pihaknya sudah menghabiskan biaya sekitar Rp 5 juta untuk mempercantik taman. Uang tersebut berasal dari uang kas kijing dan dari warga setempat.

Sementara ketua Tim Penilai Lomba Kebersihan Makam 2021, Didik Hariyono mengatakan, tujuan lomba kebersihan makam adalah untuk menstimulasi masyarakat agar lebih memperhatikan kebersihan lingkungan.

Halaman
12
Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Deddy Humana
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved