Breaking News:

Berita Magetan

Santri di Magetan Tewas Setelah Terjun ke Galian, Tubuhnya Menancap di Lumpur di Bawah Air

Dan tragisnya, anak tak berdosa itu ditemukan dengan kaki menancap dalam lumpur di bawah air, dan tidak tidak bisa melepaskan dir

surya/doni prasetyo
Kapolsek Plaosan Resor Magetan, AKP Muhammad Munir Palevi bersama salah seorang pimpinan Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin, Tawing, Desa Plumpung, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, memeriksa jenazah korban setelah dievakuasi, Kamis (8/4/2021). 

SURYA.CO.ID, MAGETAN - Bermain tanpa pengawasan, Andrian (13), seorang santri yang juga anak dari Dusun Banaran, Desa Alas Tuwo, Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan, meninggal setelah terjun ke dalam air dalam galian proyek Program Nasional Penyediaan Air Minum (PAMSIMAS), Kamis (8/4/2021).

Korban yang awalnya datang bersama teman-temannya itu, tidak tahu bahwa galian PAMSIMAS di Dusun Tawing, Desa Plumpung, Kecamatan Plaosan tersebut sudah terisi air berkedalaman tiga meter.

Dan tragisnya, anak tak berdosa itu ditemukan dengan kaki menancap dalam lumpur di bawah air, dan tidak tidak bisa melepaskan diri. Diduga karena kakinya menancap di lumpur itu, korban tidak bisa naik lagi ke permukaan air setelah terjun.

"Dari keterangan teman-temannya, korban yang pertama terjun ke dalam bak tandon yang baru digali. Dan di bawah permukaan air, masih berupa lumpur tanah liat," kata Kapolsek Plaosan, Resor Magetan, AKP Muhammad Munir Palevi kepada SURYA.

Insiden itu dialami korban saat para pekerja proyek sedang beristirahat. Saat itu lima santri yang rata -rata berusia belasan tahun, bermain-main di sekitar proyek PAMSIMAS. Mereka adalah para santri di Pondok Pesantren (Ponpes) Hidayatul Mubtadiin, Tawing, Desa Plumpung.

Begitu terjun ke dalam air, lanjut Munir, korban ternyata tidak juga muncul ke permukaan air di galian itu. Teman-temannya yang menunggu mulai panik karena korban tidak muncul sampai beberapa menit, lantas berteriak minta tolong.

Namun warga setempat yang berdatangan juga tidak ada yang berani masuk ke galian berisi air itu sehingga melapor ke polsek setempat. Kemudian petugas BPBD Kabupaten Magetan pun datang untuk mengevakuasi korban.

"Saat dicari di bawah air, posisi korban dalam keadaan berdiri di dalam air dan kakinya masuk ke lumpur sebatas lutut," kata Munir.

Setelah dievakuasi, korban langsung dibawa ke pelataran masjid Ponpes Hidayatul Mubtadiin. Kedua orangtua korban yang dihubungi langsung datang ke ponpes. Ibu korban sampai pingsan begitu melihat anaknya sudah meninggal.

Menurut Kapolsek Plaosan, pihaknya menyelidiki lagi penyebab kematian korban. Termasuk berapa orang temannya yang bermain saat korban terjun ke air dbak penampungan.

"Kita masih melakukan pendalaman, berapa orang teman teman korban. Siapa yang mengajak ke proyek itu. Karena di lokasi proyek sudah ada tulisan larangan warga memasuki lokasi proyek selain pekerja," kata Munir. ****

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Deddy Humana
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved