Breaking News:

Berita Bondowoso

Sambut Tantangan Era Globalisasi, Bondowoso Galakkan Gemar Membaca Hingga Tingkat Desa

Sebab membaca tidak dianggap sebagai kebutuhan, sehingga masyarakat perlu didorong untuk lebih gemar membaca.

surya/danendra kusumawardana
Prosesi pelantikan Bunda Literasi Kecamatan saat pencanangan Gerakan Literasi daerah di Pemkab Bondowoso, Kamis (8/4). 

SURYA.CO.ID, BONDOWOSO - Pencanangan Gerakan Literasi Daerah (Gelida) oleh Pemkab Bondowoso melalui pelantikan Bunda Literasi, Kamis (8/4/2021), pantas disebut terobosan penting. Selain menjadi satu-satunya daerah yang mencanangkan gerakan literasi hingga ke kecamatan dan desa, Gelida juga menjadi tonggak menyambut tantangan globalisasi.

Secara sederhana, Bondowoso menanamkan Gelida lewat upaya meningkatkan minat baca masyarakat. Dalam sambutannya, Bupati Bondowoso, Salwa Arifin mengatakan berdasar hasil survei yang dilakukan UNESCO, minat budaya baca masyarakat masih terbilang rendah.

Sebab membaca tidak dianggap sebagai kebutuhan, sehingga masyarakat perlu didorong untuk lebih gemar membaca.

"Tidak lupa pula diimbangi ketersediaan bahan pustaka lengkap dan berkualitas guna mendukung upaya meningkatkan minat baca masyarakat. Perpustakaan menjadi salah satu komponen penting dalam peningkatan sumber daya manusia (SDM)," kata Salwa, Kamis (8/7).

Salwa berharap, Gelida mampu mempercepat tercapainya peningkatan indeks pendidikan dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Menurut Salwa, membaca berarti membuka jendela dunia. Tidak hanya meningkatkan kecerdasan intelektual, namun juga kecerdasan emosional dan spiritual. "Selain itu, agar masyarakat lebih siap menghadapi tantangan di era globalisasi dan keterbukaan," harapnya.

Sementara Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur, Hasto Hendarto menjelaskan bahwa dari kajian Pemprov Jatim melalui tim independen, pergerakan minat membaca naik tajam.

Tercatat minat baca masyarakat melonjak menjadi 75 persen pada 2018. Sementara pada 2010 persentasenya 42 persen. "Dua tahun ini, mulai 2019 sampai 2020 sudah beralih dari minat baca menjadi gemar membaca. Melompat lagi literasi membaca," jelasnya.

Hasto melanjutkan, pada 2019, kegemaran membaca masyarakat Jawa Timur berada di urutan kedua setelah Yogyakarta, yakni sebesar 62,37 persen. Lalu pada 2020, angka tersebut naik menjadi 63 persen lebih.

"Indikatornya jelas. Frekuensi membaca dalam seminggu empat kali. Durasi membaca satu hari bisa 1-2 jam," terangnya.

Di sisi lain, Hasto menyebutkan Bondowoso satu-satunya kabupaten yang mencanangkan gerakan literasi hingga ke tingkat kecamatan dan desa. Ia pun mengapresiasi hal itu. "Kalau yang lainnya hanya tingkat kabupaten saja," pungkasnya.

Pencanangan tersebut digelar di pendapa Bupati Bondowoso, dengan pemberian 450 buku secara simbolis. Dilanjutkan dengan pelantikan Bunda Literasi Kecamatan. ****

Penulis: Danendra Kusumawardana
Editor: Deddy Humana
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved