Breaking News:

Berita Blitar

Polisi Gerebek Rumah Mesum Berkedok Warkop di Blitar, Ada Dua Pasangan Haram 'Bobok Siang'

Bahkan sdua dari lima kamar di rumahnya itu sudah terisi tamu. Mereka diduga pasangan selingkuh yang sedang bobok siang alias bermesraan

Tribunnews.com/dok
Kapolres Blitar, AKBP Leonard M Sinambela 

SURYA.CO.ID, BLITAR - Razia gencar yang dilakukan jajaran Polres Blitar terhadap penyakit masyarakat menjelang bulan suci Ramadhan, Rabu (7/4/2021) lalu, mengungkap temuan mengejutkan.

Bagaimana tidak, sebuah rumah sekaligus warung kopi (warkop) di Lingkungan Krajan, Kelurahan Jegu, Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar, ternyata menjadi tempat praktik prostitusi terselubung.

Siang itu polisi yang sudah menelisik informasi tentang praktik haram itu, mendatangi warkop milik Wdn (37). Polisi juga memeriksa rumah yang memiliki lima kamar itu, dan ternyata diam-diam juga dijadikan tempat mesum.

Bahkan sdua dari lima kamar di rumahnya itu sudah terisi tamu. Mereka diduga pasangan selingkuh yang sedang bobok siang alias bermesraan. "Siang itu ada dua pasangan yang lagi menyewa sehingga kaget saat didatangi petugas. Mereka menyewa dengan tarif Rp 85.000 per kamar (short time)," ungkapnya.

Karuan, kedua pasangan itu belingsatan ketika digedor polisi, lalu digelandang keluar kamar. Mereka adalah pasangan Pd (48), dan Kt (45), warga Kecamatan Wonotirto. Sedang pasangan lainnya adalah Hr (28), dan Wl (20), keduanya warga Kecamatan Sananwetan.

"Pemilik rumah dimintai keterangan terkait usahanya itu. Sebab rumahnya itu diduga ada kegiatan prostitusi terselubung," kata Kapolres Blitar, AKBP Leonard M Sinambela, Kamis (8/4/2021).

Wdn tak bisa mengelak lagi, meski di depan rumahnya ia memang membuka usaha warkop. Tetapi di balik itu, rumahnya juga ditawarkan sebagai tempat menginap cepat (short time) untuk pasangan tidak resmi alias praktik prostitusi.

"Dari kasus itu, pemilik rumahnya kita kenai Pasal 506 KUHP tentang prostitusi. Sebab ia menyediakan tempat dan disewakan buat pasangan seperti itu," paparnya.

Meski pemilik rumah akhirnya dipulangkan namun kasus tetap dilanjutkan, hingga ke persidangan. Yang penting, lanjut Leonard, petugas tetap memantaunya karena pemilik rumah sudah berjanji bakal menutup usahanya itu.

"Kami sudah memperingatkan agar ditutup. Termasuk buat orang lain yang punya usaha seperti itu, juga harus dihentikan," tegasnya.

Ia mengakui, kasus seperti itu bukan yang pertama kali dibongkar Polres Blitar. Sebelumnya juga ada yang digerebek. Sedangkan bisnis prostitusi terselubung di rumah Wdn memang tak mencurigakan karena tetap seperti rumah tinggal umumnya.

Karena ketika ada penggerebekan, orang baru tahu kalau rumah itu menyewakan kamar untuk pasangan mesum.

Dan usaha warkop di depan rumah itu juga menjadi kamuflase yang jitu untuk mengelabui orang atau petugas. Meski kadang terlihat ada pasangan yang keiuar masuk, mungkin dikira hanya ngopi. Namun siapa sangka, diam-diam Wdn menyewakan lima kamarnya untuk usaha haram tersebut. ***

Penulis: Imam Taufiq
Editor: Deddy Humana
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved