Breaking News:

Berita Trenggalek

MUI Tulungagung Memberi Catatan untuk Pelaksanaan Vaksinasi Saat Puasa Ramadan

Fatwa MUI: Vaksinasi tidak membatalkan puasa. Dinas Kesehatan Tulungagung akan melanjutkan vaksinasi Covid-19 saat puasa Ramadan.

SURYA.CO.ID/David Yohanes
Ketua MUI Tulungagung, KH Hadi Mohammad Mahfudz. 

SURYA.CO.ID, TULUNGAGUNG - Dinas Kesehatan Tulungagung akan melanjutkan vaksinasi Covid-19 saat puasa Ramadan.

Kebijakan ini dilakukan mengacu pada fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), bahwa vaksinasi tidak membatalkan puasa.

Ketua MUI Tulungagung, KH Hadi Mohammad Mahfudz mendukung vaksinasi saat puasa Ramadan.

“Memang benar, hal-hal yang masuk ke tubuh tapi tidak melalui lubang tubuh yang terbuka tidak membatalkan puasa,” ujar Gus Hadi, panggilan KH Hadi Muhammad Mahfudz, Kamis (8/4/2021).

Lanjutnya, vaksinasi Covid-19 tidak membuat tubuh menjadi kuat dan tahan lapar setelah disuntik.

Berbeda dengan cairan infus, meski masuk tidak lewat lubang tubuh yang terbuka, namun bisa mendongkrak energi tubuh.

Karena cairan infus yang masuk ke tubuh bisa membatalkan puasa.

“Asal sifatnya tidak menguatkan energi tubuh, tidak membatalkan puasa. Kalau infus kan menguatkan tubuh, berhari-hari gak makan pun kuat,” sambung Gus Hadi.

Meski vaksinasi tidak membatalkan puasa, Gus Hadi juga memberi catatan pelaksanaan vaksinasi saat puasa Ramadan.

Vaksin ini disebut mempunyai dampak merasa lapar bagi penerimanya.

Halaman
12
Penulis: David Yohanes
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved