Breaking News:

Layakkah KKB Papua Disebut Teroris? Wakil Ketua DPR dan KontraS Beda Pendapat, Ini Kata Kepala BNPT

Rencana pemerintah mengkategorkan Keompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua ke dalam kelompok teroris masih menjadi polemik. 

Kolase tangkapan layar
Dalam rekaman video, seorang pentolan KKB Papua mengintruksikan perang untuk tembaki pesawat militer dan sipil. Layakkah KKB Papua disebut teroris? 

SURYA.CO.ID - Rencana pemerintah mengkategorkan Keompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua ke dalam kelompok teroris masih menjadi polemik. 

Rencana ini mendapat dukungan penuh dari DPR RI, namun mendapat penolakan aktivis kemanusiaan. 

Pelabelan KKB Papua sebagai teroris dilontarkan oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Boy Rafli Amar.

Boy mengatakan, gagasan tersebut tengah dibahas oleh BNPT bersama sejumlah kementerian dan lembaga terkait.

"Kami sedang terus gagas diskusi dengan beberapa kementerian dan lembaga berkaitan dengan masalah nomenklatur KKB untuk kemungkinannya apakah ini bisa dikategorikan sebagai organisasi terorisme," kata Boy dalam rapat dengan Komisi III DPR, Senin (22/3/2021).

Perang dingin Hotman Paris Vs Hotma Sitompul Imbas Kasus Desiree Tarigan, Saling Seru Kata Banci

Sempat Digempur KKB Papua Habis-habisan, Pasukan TNI Kala Hitam Akhirnya Kembali Pulang ke Subang

Menurut Boy, kejahatan yang dilakukan oleh KKB layak disejajarkan dengan aksi teror.

Sebab, perbuatan KKB menggunakan kekerasan, ancaman kekerasan, senjata api, serta menimbulkan efek ketakutan yang luas di tengah masyarakat. "Kondisi-kondisi riil di lapangan sebenarnya dapat dikatakan telah melakukan aksi-aksi teror," ujar Boy.

Layakkah KKB Papua disebut Teroris? 

Berikut pendapat sejumlah pihak: 

Kontras Khawatir Dampaknya

Mengenal OPM yang Kini Terpecah Belah Jadi 3 Sayap dan Bersaing. Salah satunya KKB Papua yang Sering Bikin Onar
Mengenal OPM yang Kini Terpecah Belah Jadi 3 Sayap dan Bersaing. Salah satunya KKB Papua yang Sering Bikin Onar (Youtube via Tribun Manado)
Halaman
1234
Editor: Musahadah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved