Berita Surabaya
Surabaya Gelar Pameran UMKM Secara Virtual, Target Jangkau Pasar Ekspor
Pemerintah Kota Surabaya akan menggelar pameran produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) secara virtual pada 9-11 April 2021.
Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID, SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan menggelar pameran produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) secara virtual pada 9-11 April 2021.
Diharapkan, acara bertajuk 'Surabaya Virtual Expo 2021' ini bisa menggaet konsumen mancanegara.
Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Surabaya, Rini Indriyani Eri Cahyadi menjelaskan, bahwa agenda yang baru kali pertama dilakukan menjadi terobosan Pemkot Surabaya di masa pandemi.
Rini menyebut, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menginstruksikan agar pemasaran produk UMKM di Surabaya tetap dilakukan.
UMKM di Surabaya memang terkenal sejak lama. Bahkan, Surabaya mencatat selama 2020 hingga awal 2021, jumlah UMKM meningkat hingga mencapai angka 40 ribu. Artinya, terdapat 29 ribu UMKM baru di Surabaya.
Sehingga, dengan melalui virtual, pemasaran ini bisa dilakukan. Tujuannya, agar tidak menimbulkan cluster baru.
"Kenapa virtual, sebab saat ini masih pandemi. Walaupun situasi hampir stabil, kami tetap tak ingin ada cluster baru," kata Rini ditemui di Surabaya, Rabu (7/4/2021)
Dengan digelar secara virtual, ada berbagai kemudahan. Di antaranya, pengunjung yang bergabung tak ada jumlah batasan, baik jumlah maupun jarak.
"Semakin banyak pengunjung. Juga fleksibel dengan bisa dilihat dari mana saja," kata Rini yang juga Ketua TP PKK Kota Surabaya ini.
Pihaknya menargetkan, acara ini bisa menjangkau khalayak luas.
"Kami juga sosialisasi dengan kawan Apeksi (Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia) di luar daerah. Termasuk, dengan beberapa kota di dunia yang menjadi Sister City bagi Surabaya," kata istri Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi ini.
Harga masing-masing produk pun bersaing dan menjanjikan kualitas terbaik.
"Harganya worth it dengan barangnya. Juga bersaing dengan produk lain," katanya.
Bagi pedagang yang belum bisa bergabung dalam pameran ini, pihaknya tetap akan melakukan pendampingan. Serta, akan diikutsertakan dalam agenda pameran berikutnya.
Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Surabaya, Wiwiek Widayati menambahkan, bahwa jumlah peserta berjumlah 154 UMKM.
"Tiap kelurahan mengirim 1 UMKM. Total, pelaku UMKM berasal dari 154 kelurahan se-Surabaya," katanya.
Para pelaku bergerak di bidang fashion (pakaian), craft (kerajinan tangan) dan kuliner. Para pelaku UMKM yang ikut serta juga telah kurasi, mulai dari kualitas packaging hingga berbadan hukum.
"Bagi pengunjung, juga ada doorprize bagi yang aktif berkunjung dan bertransaksi. Semua transaksi dilakukan secara virtual, langsung kepada pedagang. Pemkot hanya mendata untuk rekap," katanya.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Surabaya, M Fikser menjelaskan , bahwa pengunjung bisa mengakses melalui laman virtualexpoukm.surabaya.go.id. Sebelumnya, calon pengunjung harus membuat akun.
"Di laman ini, juga memperlihatkan foto produk hingga video mulai dari produksi hingga saat dipakai. Semua bisa diakses oleh masyarakat luas, seperti halnya belanja online pada umumnya," katanya.
Melalui ajang ini, Pemkot Surabaya mengajak UMKM untuk bertransformasi dengan pemasaran melalui virtual.
"Kami tidak cawe-cawe dalam transaksi. Namun, kami rekap, mana yang paling laku atau sebaliknya. Sehingga, akan menjadi dasar pemkot membuat kebijakan," katanya.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Surabaya, Antiek Sugiharti melanjutkan, ada sejumlah atraksi yang juga akan ditampilkan dalam pameran. Mulai dari fashion show, demo memasak hingga webinar bertema UMKM sebagai Game Changer.
"Ada juga atraksi budaya, perpaduan berbagai seni. Akan ada belajar membuat kerajinan kolase yang bisa diikuti masyarakat," katanya.