Breaking News:

Berita Surabaya

PWNU Jatim Minta Pemerintah Tinjau Ulang Larangan Mudik Saat Lebaran 2021

Jika upaya vaksinasi dirasa efektif mencegah penularan Covid-19, PWNU Jatim minta pemerintah mempertimbangkan larangan mudik.

SURYA.CO.ID/Samsul Arifin
Katib Syuriah PWNU Jatim, KH Syafruddin Syarif. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Jika upaya vaksinasi dirasa efektif mencegah penularan Covid-19, PWNU Jatim minta pemerintah mempertimbangkan larangan mudik.

Hal ini disampaikan oleh Katib Syuriah PWNU Jatim, KH Syafruddin Syarif, di mana pada intinya mudik adalah tradisi yang positif karena bernilai silaturrahim.

“Sekarang oke (pemerintah melarang mudik), kami setuju karena masih pandemi. Kemudian tidak ada yang terpapar (Covid-19) karena vaksin sudah jalan. Jika yang terpapar habis tentunya larangan mudik pasti harus dicabut,” kata Kiai Syafruddin, Rabu, (7/4/2021).

Apalagi, lanjut Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Hidayatuddin Al Islami Probolinggo itu, semua daerah saat ini mendekati hijau dalam peta zona Covid-19.

itu mengindikasikan bahwa vaksinasi berhasil dan mendekati zero Covid-19.

jika seperti itu, Kiai Syafruddin mengimbau, agar larangan mudik tahun ini dicabut.

Dari sudut pandang Islam, Kiai Syafruddin berpendapat bahwa mudik bukan semata pulang kampung. di situ ada nilai silaturahmi.

Di sisi lain, lanjutnya, tradisi mudik juga mengandung efek positif secara ekonomi.

“Dalam mudik sebetulnya ada perputaran ekonomi yang pesat. Efek baiknya sangat banyak. Saya sangat positif menilai mudik,” tandasnya.

Kendati demikian, Kiai Syafruddin juga tidak antipati terhadap keputusan pemerintah jika memang kondisi pandemi masih gawat dan dikhawatirkan kasus Covid-19 naik lagi jika mudik tidak dilarang.

Sebab, di dalam Islam juga diajarkan bahwa menjaga jiwa adalah suatu kewajiban.

“Karena Corona melihat situasi (dan pemerintah kemudian) melarang (mudik), ya harus mentaati instruksi pemerintah. Tujuannya menjaga jiwa menjaga nyawa. Jagalah dirimu jangan kau jatuhkan ke kematian, kehancuran dan sesuatu yang membahayakan,” tandasnya.

Penulis: Samsul Arifin
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved