Breaking News:

Berita Surabaya

Polisi dan Pemkot Surabaya Siapkan Formulasi Agar Warga Taat Larangan Mudik Saat Lebaran 2021

Jika ada yang masih tetap nekat tak patuhi aturan pemerintah, kepolisian bersama Pemkot Surabaya berencana akan memberikan sanksi.

SURYA.CO.ID/Firman Rachmanudin
Wakapolrestabes Surabaya, AKBP Hartoyo. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Lebaran tahun 2021 menjadi yang kedua kalinya masyarakat dilarang mudik.

Sesuai keputusan larangan mudik ini ditetapkan dalam rakor yang dipimpin oleh Menko PMK Muhadjir Effendy bersama sejumlah menteri dan lembaga negara pada 26 Maret lalu, karena masih dalam kondisi pandemi Covid-19.

Mengawal hal tersebut, Polrestabes Surabaya bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya masih terus merumuskan kebijakan guna mengantisipasi arus mudik baik dari maupun menuju Kota Surabaya.

Wakapolrestabes Surabaya, AKBP Hartoyo menyebut, jika pihaknya tengah menyiapkan Bhabinkamtibmas di tiap kecamatan untuk melakukan sosialisasi aktif kepada warga terkait pentingnya larangan mudik di tengah pandemi.

"Polri melalui Bhabinkamtibmas dan tiga pilar kelurahan sedang masif melaksanakan sosialisasi larangan mudik dan sosialisasi kegiatan pelaksanaan ibadah di bulan Ramadan sesuai SE Menag," kata Hartoyo, Rabu (7/4/2021).

Imbauan itu juga berupa edukasi agar terkait dampak dan kemungkinan buruk sebaran virus Covid-19 yang mulai menunjukkan tren menurun akhir-akhir ini.

"Intinya, kami imbau kepada warga Kota Surabaya, mari kita sama-sama mematuhi aturan pemerintah demi memutus mata rantai penularan Covid-19 supaya pandemi segera berakhir," imbuhnya.

Selain itu, polisi bersama tiga pilar juga menyiapkan teknis antisipasi pemudik baik yang nekat keluar atau masuk ke Kota Surabaya.

"Untuk antisipasi pemudik dari luar Kota Surabaya dan keluar Kota Surabaya nanti mulai tingkat RT kami akan mendata. Kemudian, untuk titik-titik penyekatan di pintu masuk dan keluar Surabaya akan kita koordinasikan dengan Satgas Covid Kota dan stakeholder yang terkait," terangnya.

Jika ada yang masih tetap nekat tak patuhi aturan pemerintah, kepolisian bersama Pemkot Surabaya berencana akan memberikan sanksi.

"Terkait sanksi nanti pasti ada. Tapi masih menunggu surat dari wali kota bagaimana mekanismenya. Seperti akan diberikan ruangan karantina dan lain-lain. Itu nanti keputusan ada di wali kota sebagai ketua Satgas Covid-19 Surabaya," tandasnya.

Penulis: Firman Rachmanudin
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved