Breaking News:

Berita Surabaya

Pelukis Surabaya "Rekonstruksi" Pertemuan Bung Karno dengan Marhaen di Bandung, Ide Awal Kemerdekaan

Walikota Surabaya Eri Cahyadi meresmikan lukisan berjudul "Dialog Bung Karno vs Kang Aen (Marhaen)" di  Universitas 17 Agustus 1945, Selasa (7/4/2021)

surya.co.id/bobby constantine koloway
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meresmikan lukisan berjudul "Dialog Bung Karno vs Kang Aen (Marhaen)" di Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Selasa (6/4/2021). 

SURYA.co.id, SURABAYA - Soekarno muda sekitar tahun 1920-1930-an pernah bertemu dengan Marhaen di Bandung Selatan, nama petani yang kemudian menjadi dasar ideologis Bung Karno dalam memimpin negara atau yang disebut Marhaenisme.

Di Surabaya, ilustrasi pertemuan Marhaen dengan Bung Karno pun direka ulang melalui sebuah lukisan.

"Bangsa Indonesia selalu memperingati peristiwa 17 Agustus 1945 secara meriah. Penting karena hari kemerdekaan.

Tetapi itu Deklarasi, pengumuman lahirnya Negara secara hukum," kata Kepala Institut Marhaen, Jacobus K Mayong Padang sebagai penggagas lukisan ini.

Jacobus menjelaskan alasan pentingnya lukisan ini. Dari pertemuan tersebut lah, ide Bung Karno untuk memerdekakan Indonesia muncul.

"Tak banyak yang paham secara spirit, Indonesia lahir saat Bung Karno berdialog dengan Marahaen. Dialog di bawah terik matahari ini menyadarkan Bunga Karno sebagai kaum terpelajar, betapa menderita kaumnya saat itu," katanya.

"Lukisan ini penting. Menggambarkan titik awal pergerakan kemerdekaan Indonesia. Kemerdekaan dimulai dari tengah sawah, pada pertemuan (dengan Kang Marhaen) itu Bung Karno memutuskan Indonesia harus merdeka," kata Jacobus pada acara di Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya ini.

Esensi kemerdekaan Indonesia, untuk meningkatkan taraf hidup orang Indonesia.

"Karena Bung Karno tidak tahan melihat nasib orang di sawah, membantu Marhaen untuk meningkatkan taraf hidupnya. Inilah esensi kemerdekaan," lanjutnya.

Dari ide tersebut lah, karya ini akhirnya digoreskan oleh pelukis asal Surabaya, Sudiyanto Pandji Wiryoatmodjo.

Halaman
123
Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved