Breaking News:

Berita Lumajang

Nasib PPDB Sekolah Dasar di Lumajang, 56 Sekolah Kosong Pendaftar

Ada 488 SDN di Lumajang yang pagunya tidak terpenuhi. Bahkan, 59 sekolah di antaranya tidak memiliki pendaftar satu pun.

SURYA.CO.ID/Tony Hermawan
Kepala SDN Tekung 01, Susilowati saat ditemui di ruangan kerjanya, Rabu (7/4/2021). 

SURYA.CO.ID, LUMAJANG - Nasib Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Sekolah Dasar (SD) tidak jauh berbeda dengan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Lumajang.

Tahun ini sekolah dasar negeri (SDN) se-Lumajang banyak menyisakan kursi kosong.

Dari data yang berhasil dihimpun, sejak Februari lalu ada 526 SDN se-Lumajang membuka pendaftaran siswa baru.

Namun, ada 488 sekolah yang pagunya tidak terpenuhi. Paling mengenaskan, 59 sekolah di antaranya tidak memiliki pendaftar satu pun.

Rata-rata sekolah yang tidak memiliki murid tersebut terletak dari kawasan pinggiran. Terbanyak ada di Kecamatan Pasirian, yaitu sebanyak 12 sekolah.

Selanjutnya peringkat kedua Kecamatan Tekung sebanyak 7 sekolah. Lalu Kecamatan Gucialit, 6 sekolah dan Kecamatan Pronojiwo sebanyak 5 sekolah. Kecamatan lainnya 4 hingga 1 sekolah.

Kepala SDN Tekung 01, Susilowati mengatakan, setelah pendaftaran siswa baru ditutup pada akhir Maret kemarin, hanya mendapat 10 siswa baru. Padahal pagu yang harus terisi sebanyak 28 murid.

"Itu pendaftaran sudah dibuka 1 bulan loh, tapi masih minim yang daftar," kata Susilowati, Rabu (7/4/2021).

Ia menjelaskan ada beberapa faktor penyebab minimnya pendaftar. Misalnya, di desa tempatnya mengajar telah ada empat lembaga pendidikan setara SDN. Dua di antaranya merupakan sekolah negeri, sisanya sekolah swasta.

"Ini sudah masalah setiap tahun, daerah lain juga pasti sama seperti di Tekung. Paling langkah melakukan pendekatan door to door agar bisa memenuhi batas minimal 20 murid," ungkapnya.

Sementara, Kabid Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Lumajang, Suryadi mengatakan, kurangnya pagu murid pihaknya telah memperpanjang pendaftaran sampai 31 Mei 2021.

Tujuannya untuk memberikan kesempatan pada sekolah untuk memenuhi pagu murid.

Sedangkan perpanjangan jadwal untuk mengakomadasi orang tua yang belum mendaftarkan anaknya.

"Kami laksanakan program dengan melibatkan tokoh masyarakat sampai aparat desa di masing-masing desa/kelurahan. Kalau misalkan belum terpenuhi juga, dinas akan melakukan evaluasi dan rencanakan tindak lanjutnya nanti seperti apa," pungkasnya.

Penulis: Tony Hermawan
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved