Breaking News:

Regional

Gadis Hebat, Usia 19 Tahun Jadi Ortu, Sekolahkan 3 Adiknya, Ayah dan Ibu Tewas Korban Tabrak Lari

Ia harus banting tulang menjual cabai dan sayur-sayuran di pasar. Cewek hebat itu meneruskan lapak orang tuanya demi membiayai hidup ketiga adiknya.

Tribunmedan
Mega Sari Nainggolan dan Anda, anak korban tabrak lari, sedang belajar di rumahnya, di Jalan Kawat 3, Gang Padi, Tanjung Mulia Medan, Sumatra Utara. Pada (6/4/2021). (tribun-medan.com/Fredy Santoso) 

Mereka akan berupaya keras supaya Mega dan adiknya tetap bisa melanjutkan pendidikan.

Meskipun hidup dalam keluarga yang sederhana, berdagang di pasar serta suami sebagai sopir truk sebuah pabrik, Nenek Mega menegaskan akan berupaya menghidupi anak dari almarhum anak perempuannya tersebut.

"Kita bakal berusaha merawat mereka. Sama-sama lah nanti keluarga membantu," katanya.

Opung Raksi berharap agar pelaku yang menabrak anaknya segera menyerahkan diri dan bertanggung jawab.

Ia berharap agar pelaku mengerti bahwa ada empat anak dari korban tabrak lari tersebut yang harus dinafkahi.
Sementara orang tuanya meninggal secara tragis.

"Maunya sadarlah, mengaku. Bukan seperti ini. Lihatlah disini," katanya.

Kapolsek Percutseituan, AKP Jan Pieter Napitupulu
Kapolsek Percutseituan, AKP Jan Pieter Napitupulu (Tribunmedan)

Terus Diselidiki

Sementara itu, Kapolsek Percutseituan, AKP Jan Piter Napitupulu membenarkan peristiwa nahas tersebut.

Ia dan jajarannya sedang melakukan penyelidikan terkait dugaan kasus tabrak lari yang menewaskan pasangan suami istri Untung dan Rianta.

Janpiter menjelaskan proses penyelidikan terkendala karena tidak ada saksi mata dan rekaman CCTV terkait kecelakaan itu.

Pihaknya telah melakukan pemeriksaan ke sejumlah rekaman CCTV milik warga sekitar untuk mengungkap penyebab dan pelaku yang tidak bertanggungjawab, namun belum menemukan titik terang.

"Sedang dalam proses penyelidikan. Saat ini kita juga sudah memeriksa CCTV. Karena kejadiannya pagi sekali jadinya susah. Makanya kita berharap juga kalau ada warga yang tahu, ataupun terekam di CCTV-nya segera melaporkan," katanya saat dihubungi melalu telepon seluler.

Meski begitu, Janpiter menegaskan akan terus berusaha agar menemukan pelaku.

Saat kejadian nahas tersebut, ia mengaku menyempatkan diri ke rumah almarhum untuk memberikan support kepada keluarga.

"Kita akan berusaha. Saat kejadian pun kita datang ke rumah. Kita bantu juga proses pencarian dari Jasa Raharja," ucapnya.
Artikel ini telah tayang di TribunJakarta.com dengan judul Duka Gadis di Medan Banting Tulang Demi 3 Adiknya, Orangtuanya Tewas Kecelakaan Maut

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved