Breaking News:

Berita Madiun

2 Km Pipa PDAM Hanyut Terbawa Banjir Bandang, Kebutuhan Air Bersih Warga Dipasok dengan Truk Tangki

PDAM Kabupaten Madiun mengaktifkan kembali sumur bor di Desa Batok. Sumur bor ini dapat melayani sekitar 500 pelanggan.

surya.co.id/rahadian bagus
Petugas PDAM Kabupaten Madiun menyalurkan air bersih kepada warga terdampak di Kecamatan Gemarang. 

SURYA.co.id|MADIUN - Selain merusak pipa saluran air milik warga, banjir bandang di Kecamatan Kare dan Gemarang pada Kamis (1/4/2021) minggu lalu juga merusak pipa milik PDAM Tirta Dharma Purabaya Kabupaten Madiun.

Hal itu disampaikan, Kepala Bidang Teknik PDAM Kabupaten Madiun, Sutrisna, kepada wartawan, Rabu (7/4/2021) siang.

Sutrisna meneggatakan, pipa besi berdiameter 6 dim sepanjang dua kilometer hanyut terbawa banjir.

"Pipa besi milik kami, sepanjang dua kilometer hanyur terbawa banjir minggu lalu, mengakibatkan penyaluran air ke konsumen menjadi terganggu," kata Sutrisna.

Ia belum bisa mentaksir kerugian yang ditimbulkan akibat hanyutnya pipa tersebut. Sebab, sebagian pipa besi yang hanyut masih bisa digunakan kembali.

Sutrisna menuturkan, dampak dari rusaknya pipa saluran air tersebut mengakibatkan penyaluran kepada 1100 KK di tiga desa di wilayah Kecamatan Gemarang menjadi terganggu. Tiga desa tersebut yaitu, Desa Batok, Durenan, dan Winong.

Guna mengatasi masalah tersebut, pihaknya telah melakukan langkah penanganan. Di antaranya, memasang pipa emergency dari bahan PVC berdiameter 4 dim.

"Kami sudah melakukan upaya penanganan agar segera bisa menyalurkan air bersih kepada konsumen. Saat ini sudah kami pasang sekitar 1,2 kilometer, seminggu ke depan sudah selesai terpasang," ujarnya.

Untuk membantu warga yang kesulitan mendapatkan air bersih, PDAM Kabupaten Madiun mengaktifkan kembali sumur bor di Desa Batok. Sumur bor ini dapat melayani sekitar 500 pelanggan.

Selain itu, pihak PDAM juga melakukan droping atau penyaluran air bersih menggunakan dua truk tangki berkapasitas 4000 liter setiap hari, secara bergantian. PDAM juga berkoordinasi dengan Pemadam Kebakaran Kabupaten Madiun untuk menyalurkan air bersih.

Hujan lebat di wilayah lereng gunung Wilis dan seluruh wilayah Kabupaten Madiun pada Kamis (1/4/2021) mengakibatkan bencana banjir bandang, dan tanah longsor. Hujan dengan intensitas tinggi berlangsung sekitar tujuh jam, mulai pukul 15.30 WIB. 

"Hujan selama sekitar tujuh jam,  mengakibatkan terjadinya bencana di beberapa wilayah. Di antaranya, Kecamatan Gemarang, Dagangan, Kecamatan Kare, Kecamatan Geger,"  kata Kepala BPBD Kabupaten Madiun, Zahrowi, ketika dikonfirmasi, Jumat (2/4/2021) dini hari.

Selain merusak rumah dan kandang ternak warga, banjir dan longsor juga sempat menutup akses jalan desa. Banjir bandang juga merusak sejumlah pipa milik PDAM dan juga pipa air yang dikelola warga setempat.

Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved