Breaking News:

Berita Lamongan

Setelah Jadi Lumbung Nasional, Bupati Yuhronur Ingin Sertifikasi Sehat untuk Beras Lamongan

Pada MTS Pasbesur, padi percontohan mendapatkan pemupukan berimbang, di mana pemakaian pupuk kimia berkurang 50 persen

surya/hanif manshuri
Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi bersama Wabup KH Abdul Rouf menaiki kendaraan pertanian saat melakukan Panen Raya Padi MTS Pasbesur di Desa Besur, Kecamatan Sekaran, Selasa (6/4/2021). 

SURYA.CO.ID, LAMONGAN - Dari sisi produktivitas atau kuantitas padi, Lamongan masih kokoh sebagai salah satu dari lima daerah penghasil beras terbesar di Indonesia, dan teratas di Jatim. Setelah capaian itu, Lamongan masih mengembangkan budidaya pertanian padi dengan Manajemen Tanaman Sehat Padi Sehat Beras Super (MTS Pasbesur).

Dari metode baru itu, maka dihasilkan padi yang sehat dan berkualitas karena didukung pemilihan bibit unggul, penggunaan pupuk organik, sarana infrastruktur irigasi, alsintan modern dan pengendalian hama yang baik.

Pada MTS Pasbesur, padi percontohan mendapatkan pemupukan berimbang, di mana pemakaian pupuk kimia berkurang 50 persen. Dan mengoptimalkan penggunaan pupuk organik.

Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi mengapresiasi inovasi yang telah dilakukan dalam bidang pertanian tersebut. Dan ia kini mengejar target lain, yaitu kualtitas hasil pertanian.

"Saya akan mendorong sertifikasi beras sehat berkualitas, sesuai standar nasional," kata Yuhronur saat menghadiri Panen Raya Padi MTS Pasbesur di Desa Besur, Kecamatan Sekaran, Selasa (6/4/2021).

Menurut Yuhronur, kuantitas gabah Lamongan sangat bagus bahkan masuk lima besar lumbung padi nasional, sehingga yang harus ditingkatkan selanjutnya adalah kualitas. Pihaknya mengapresiasi MTS Pasbesur, karena selain dapat meningkatkan produksi padi juga dapat meningkatkan kualitas padi menjadi lebih sehat dan berkualitas.

Yuhronur bertekad menjadikan beras Lamongan berkualitas serta memiliki sertifikasi sehat sesuai standar nasiona. "Harapannya produk beras Lamongan itu mampu bersaing di pasaran dan dicari banyak pembeli," tegasnya.

Tingginya tingkat produksi serta terus bergulirnya inovasi di bidang pertanian di Lamongan itu, menjadi salah satu alasan bahwa impor beras tidak perlu dilakukan. Bahkan sebelumnya, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa telah meninjau penggilingan padi di Lamongan untuk memastikan surplus beras.

Khofifah juga meyakinkan pemerintah pusat agar tidak melakukan impor beras. “Saat ini harga beras sedang anjlok, semoga apa yang sebelumnya diperjuangkan dapat tersampaikan ke pemerintah pusat. Sehingga kebijakan tersebut bisa membuat harga beras terkontrol dan kesejahteraan petani terjamin,” pungkas Yuhronur.

Sementara metode pengembangan pertanian di Lamongan yaitu MTS Pasbesur dilakukan secara alami seperti refugia dan menggunakan Rumah Burung Hantu (Rubuha). Saat ini total produksi padi Lamongan mencapai 1.172.965 ton Gabah Kering Giling (GKG) pada 2020, yang menobatkan Lamongan sebagai penghasil padi terbesar di Jawa Timur.

Halaman
12
Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Deddy Humana
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved