Breaking News:

Berita Sidoarjo

Reka Ulang Pembunuhan Pelajar di Sidoarjo yang Jasadnya Dibuang di Parit, Pelaku Peragakan 28 Adegan

Polisi melakukan reka ulang kasus pembunuhan terhadap pelajar yang mayatnya dibuang di parit Desa Gelang, Kecamatan Tulangan, Sidoarjo.

surya.co.id/m taufik
Polisi melakukan reka ulang pembunuhan terhadap pelajar yang mayatnya dibuang di parit Desa Gelang, Kecamatan Tulangan, Sidoarjo. 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Polisi menggelar reka ulang kasus pembunuhan terhadap pelajar yang mayatnya dibuang di parit Desa Gelang, Kecamatan Tulangan, Sidoarjo.

Dua pelaku dibawa ke lokasi kejadian oleh petugas Resmob Satreskrim Polresta Sidoarjo, Selasa (6/4/2021) siang. Mereka diminta memeragakan satu persatu aksi pembunuhan yang mereka lakukan.

"Ada 28 adegan yang diperagakan. Mulai perencanaan, eksekusi, hingga membuang korban di parit," ujar Kanit Resmob Satreskrim Polresta Sidoarjo AKP Untoro.

Selama proses rekonstruksi, petugas melakukan penjagaan super ketat di sekitar lokasi. Dipasang garis polisi, dan warga dilarang mendekat. Sehingga, puluhan warga hanya bisa menyaksikan dari jarak jauh.

Dua pelaku, Muhammad Hanafi (26) dan Muhammad Bayu Krisna (21), keduanya warga Desa Lambangan, Kecamatan Wonoayu, menjalani rekonstruksi dengan terus dikawal petugas. 

Mereka memeragakan satu persatu adegan pembunuhan sadis yang telah mereka lakukan terhadap Andika Reza Rahmadani, remaja 14 tahun asal Desa Lambangan, Kecamatan Wonoayu, Sidoarjo.

Adegan pertama adalah perencanaan pembunuhan, kenudian dua pelaku menyiapkan alat, lanjut ke adegan eksekusi, hingga terakhir saat mereka membuang jenazah siswa SMP itu di parit.

"Pembunuhannya dilakukan pada adegan ke-26. Pelaku menghabisi nyawa korban di dalam mobil dengan cara mencekik menggunakan sarung," ujar Untoro. 

Menurutnya, tidak ada yang berbeda dalam proses penyelidikan sebelumnya dengan hasil reka ulang ini. Artinya, hasil penyidikan dan keterangan para saksi sudah sama dengan peristiwa pembunuhan sadis tersebut.

Perencanaan pembunuhan itu berawal saat kedua tersangka nongkrong di warung kopi kawasan Desa Seimbang, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo. Di sana, mereka merencanakan pembunuhan yang pertama dengan cara meracuni korban. Namun upaya itu gagal. 

Rencana yang kedua terjadi hari Kamis (4/3/2021) sekira pukul 18.00 WIB. Waktu itu, Hanafi mengajak tukar mobil nopol L 9791 W di daerah Dungus, Kecamatan Sukodono. Setelah mendapatkan mobil, kedua tersangka mengajak korban ke Desa Ploso, Kecamatan Krembung, Sidoarjo. 

Di tengah perjalanan, tersangka beralasan kalau bannya kempes. Tersangka Hanafi kemudian berlagak mengecek ban. Namun tiba-tiba tersangka Ba langsung melepas sarung yang dipakainya dan diletakkan di dasbor mobil. 

Setelah itu, HNF masuk kedalam mobil dan langsung meminta handphone yang di bawa korban. Korban sempat tidak memberikan, namun karena terpojok korban menyerahkan hp dan sambil menangis. 

Hal itu malah membuat Hanafi emosi. Dia lantas mengambil sarung dan dilingkarkan ke leher korban sambil ditarik oleh kedua tersangka hingga korban tak bernyawa.

Setelah itu, dua tersangka membawa korban ke Tulangan. Di sana, Hanafi mengangkat korban dan membuangnya ke parit. Seperti belum puas menganiaya korban, dua tersangka masih menginjak leher korban dan memastikan korban tewas di parit itu.

Penulis: M Taufik
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved