Breaking News:

Berita Gresik

Prihatin Tingginya Angka KDRT dan Perceraian, kini Hadir Griya Curhat Keluarga (GCK) di Gresik

Tingginya angka perceraian dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) selama pandemi covid-19,  di Gresik kini hadir 'Griya Curhat Keluarga'(GCK).

surya.co.id/sugiyono
GRIYA CURHAT KELUARGA - Ketua Dewan Syuro DPC PKB Kabupaten Gresik Mohammad Qosim, memukul gong sebagai tanda dibukanya GCK di Perumahan Greend Garden, Desa Kembangan, Kebomas Gresik, Selasa (6/4/2021). 

SURYA.co.id | GRESIK - Tingginya angka perceraian dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) selama pandemi covid-19,  di Kabupaten Gresik kini hadir 'Griya Curhat Keluarga' (GCK).

Launching GCK di Perumahan Greend Garden, Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas Gresik dilakukan Ketua Dewan Syuro DPC PKB Gresik Mohammad Qosim, , Selasa (6/4/2021).

Lembaha ini diharapkan bisa mengatasi permasalahan  kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan meningkatkan ekonomi keluarga. 

Sedang anggota Fraksi PKB DPRD Provinsi Jawa Timur  Hj. Ufiq Zuroidah mengungkapkan, selama pandemi covid-19 di Kabupaten Gresik  terjadi perceraian mencapai 1.058 kasus.

Selain itu, banyak kasus KDRT yang mengakibatkan perempuan dan anak-anak menjadi korbannya.

Salah satu faktornya yaitu masalah ekonomi. 

Dari tingginya permasalahan rumah tangga, RCK diharapkan bisa menjadi tempat untuk bercurhat bagi keluarga  dan bisa meningkatkan ekonomi keluarga.

Sebab, dalam bercurhat akan muncul solusi untuk meningkatkan  ekonomi. 

"Karena kita prihatin, selama pandemi covid-19, angka perceraian mencapai 1.058 kasus.

Dengan adannya GCK ini bisa menurunkan angka perceraian di Kabupaten Gresik," kata Hj. Ufiq saat launching GCK di Hotel Aston In Gresik. 

Halaman
123
Penulis: Sugiyono
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved