Breaking News:

Berita Lumajang

Polisi Beri Trauma Healing Kepada Bocah yang Disetubuhi Ayah Tiri di Lumajang

Seorang bocah 12 tahun yang menjadi korban pencabulan oleh ayah tiri akan diberi trauma healing oleh Polres Lumajang.

freepik.com/Jcomp
ILUSTRASI - Seorang gadis 12 tahun yang menjadi korban pencabulan oleh ayah tiri akan diberi trauma healing oleh Polres Lumajang. 

SURYA.CO.ID, LUMAJANG - Seorang gadis 12 tahun yang menjadi korban pencabulan oleh ayah tiri akan diberi trauma healing oleh Polres Lumajang.

Paur Subbag Humas Polres Lumajang, Ipda Andreas Shinta mengatakan, trauma healing itu penting karena korban mengalami rasa traumatis.

"Kami berikan trauma healing agar korban tak lagi mengingat kejadian kelam, sehingga mentalnya bisa pulih lagi," kata Shinta, Selasa (6/4/2021).

Dalam proses trauma healing itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan Pusat Layanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Lumajang.

Pendampingan akan terus dilakukan hingga korban benar-benar pulih.

"Jadi kami akan selalu bersama korban," tambahnya.

Diberitakan sebelumnya, Seorang ayah tiri berinsial MS (46) tega merudapaksa anak tirinya sendiri.

Bahkan, tersangka yang merupakan warga Kecamatan Tempursari, Kabupaten Lumajang itu sudah mencabuli putri tirinya sebanyak 3 kali, tepatnya sejak Desember 2020 lalu.

Hingga akhirnya pada Kamis (1/4/2021), perbuatan bejat itu terbongkar oleh istrinya.

Istrinya yang baru saja pulang kerja melihat anak kandungnya dikangkangi oleh suaminya di ruang tamu. Sampai-sampai istrinya syok melihat anaknya tak berdaya tanpa mengenakan sehelai kain di tubuhnya.

Akibat perbuatannya, kini MS mendekam di ruang tahanan Polres Lumajang. Ia dijerat pasal 81 UU RI No 17 Tahun 2016, tentang persetubuhan terhadap anak di bawah umur.

"Dia diancam hukuman 15 tahun penjara,” pungkas Shinta.

Penulis: Tony Hermawan
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved