Breaking News:

Berita Tuban

Muncul SKB 4 Menteri, Dispendik Tuban Siapkan Regulasi Pembelajaran Tatap Muka

Prokes di antaranya setiap sekolah disediakan thermogun, tempat cuci tangan, dan fasilitas layanan kesehatan lainnya.

surya.co.id/m sudarsono/ahmad zaimul haq
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tuban Nur Khamid (kanan) dan ilustrasi pembelajaran tatap muka di sekolah selama pandemi covid-19 (kiri). 

SURYA.CO.ID, TUBAN - Rencana pembelajaran siswa tatap muka mendapat lampu hijau dari pemerintah pusat, setelah keluar Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri yaitu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Menteri Kesehatan (Menkes), dan Menteri Agama (Menag) pada 30 Maret 2021.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban menyambut positif SKB tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Tuban, Nur Khamid mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti SKB 4 Menteri dengan berkoordinasi bersama Dinas Kesehatan Tuban untuk menyiapkan protokol kesehatan (prokes).

Prokes di antaranya setiap sekolah disediakan thermogun, tempat cuci tangan, dan fasilitas layanan kesehatan lainnya.

Selain itu, para tenaga pengajar juga harus mengikuti vaksinasi Covid-19.

Baca juga: Wali Kota Santoso Lantik Kepala Bakorwil Malang Menjadi Penjabat Sekda Kota Blitar

Baca juga: Saat Siswi SMP Bertanya ke Wakil Bupati Trenggalek : Kapan Kami Divaksin, Pak?

Baca juga: Pemkot Blitar Perbolehkan Warga Salat Tarawih Jamaah di Masjid, Tetap dengan Protokol Kesehatan

"Sekolah harus menerapkan prokes dan guru harus sudah divaksin saat pembelajaran tatap muka yang rencananya dilakukan Juli mendatang," ujarnya, Selasa (6/4/2021).

Pria yang juga sebagai Ketua PC LP Ma’arif NU Kabupaten Tuban itu menjelaskan, sebelum pembelajaran tatap muka dimulai, akan dilakukan uji coba di sejumlah lembaga pendidikan lalu dievaluasi.

Sekolah yang diuji coba akan menjadi percontohan bagi sekolah lainnya, dalam pembelajaran tatap muka yang hanya dilakukan 2 jam.

Sedangkan untuk pelajaran olahraga dan kegiatan ektrakulikuler sementara ini masih belum diperkenankan.

"Dispendik Tuban tengah menyusun rumusan mekanisme pembelajaran tatap muka, setelah mendapat angin segar terbitnya SKB 4 menteri," pungkasnya.

Sekadar diketahui, berdasarkan data satgas pencegahan Covid-19 Jawa Timur, Kabupaten Tuban berada di zona kuning sebaran virus corona.

Per Senin (5/4/2021) angka kumulatif covid-19 di Tuban kini mencapai 3388 kasus. Rinciannya, 2996 sembuh, 30 dirawat dan 374 meninggal.

BACA BERITA TUBAN LAINNYA

Penulis: M. Sudarsono
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved