Breaking News:

Berita Blitar

Janda Cantik Penjual Sabu 'Plus' Bicara, Pengedarnya Tertangkap; Ternyata Sabu dari Ngawi

Selain itu juga ditemukan uang Rp 600.000 yang diduga hasil dari penjualan sabu sebelum ia meluncur ke Kecamatan Kanigoro.

SURYA.co.id/Imam Taufiq
Berikut cerita janda muda Blitar jual sabu diduga 'bonus' layanan plus di warung Tulungagung. Ia mengaku nekat melakukan itu karena bingung menghidupi 3 anaknya. 

SURYA.CO.ID, BLITAR - Meniti rantai peredaran narkoba memang masih melalui pengembangan keterangan dari pelaku yang tertangkap lebih dahulu. Pun ketika NL (31), janda beranak tiga membuka mulut setelah ditangkap akibat menjual 'sabu plus', pihak yang menjadi pemasoknya pun ikut diringkus.

Dari keterangan NL, petugas Satkoba Polres Blitar akhirnya mengungkap jaringan pemasok sabu ke janda asal Desa Ngeni, Kecamatan Wonotirto itu. Hanya berselang sehari, polisi menangkap Huda (30), warga Desa Dabasari, Kecamatan Sumbergempol Tulungagung.

Ia merupakan jaringan NL karena yang sering memasok barang. "Penangkapan (Huda) merupakan pengembangan dari kasus sebelumnya (NL), yang ditangkap lebih dulu," kata Kapolres Blitar, AKBP Leonard M Sinambela, Selasa (6/4/2021).

Menurutnya, Huda ditangkap saat berada di depan Pasar Kanigoro. Malam itu petugas mendapat informasi kalau Huda dalam perjalanan ke arah Kabupaten Blitar.

Setelah ditemukan keberadaannya, ternyata Huda sedang duduk di atas sepeda motornya. Petugas terus mengamati dari jarak sekitar 50 meter. Khawatir Huda kabur lagi karena ditunggu lama tak ada yang datang, petugas langsung menangkapnya. "Pelaku sempat kaget saat didatangi petugas. Ia sempat mengelak kalau sedang membawa barang," ungkapnya.

Setelah menggeledah tubuhnya, petugas menemukan sabu di saku balik jaketnya. Ada dua paket, masing-masing berisi 1 gram dan 04,8 gram. Selain itu juga ditemukan uang Rp 600.000 yang diduga hasil dari penjualan sabu sebelum ia meluncur ke Kecamatan Kanigoro.

"Sebelum berangkat ke Blitar, ia bertransaksi dulu di Kecamatan Ngunut (Tulungagung) dan uangnya buat sangu ke Blitar itu," paparnya.

Malam itu juga petugas memaksa Huda menunjukkan rumahnya. Dan di sana petugas melakukan penggeledahan, dan menemukan sabu seberat 0,34 gram, yang disimpan di bawah kasur tempat tidurnya.

Dari penangkapan Huda itulah, terkuak bagaimana ia awalnya memasok sabu kepada NL. Dan dari mana sabu itu ia beli. "Katanya, ia mendapat barang dari pemasok asal Ngawi dan saat ini masih diselidiki. Terkait NL, ia mengaku sudah lama kenal karena ia sering datang ke warung kopi yang dijaga NL," paparnya.

Dari perkenalan itu, akhirnya mereka akrab. Entah bagaimana ceritanya, NL akhirnya jadi penjual sabu-sabu dengan modus bisa dipakai. Yakni pembeli sabu-sabu bisa mendapatkan pelayanan plus-plus asal harganya disepakati sesuai yang diminta janda muda itu. ***

Penulis: Imam Taufiq
Editor: Deddy Humana
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved