Breaking News:
Grahadi

Pemprov Jatim

Gubernur Khofifah Panen Raya Padi di Ponorogo, Peningkatan Produktivitasnya Tertinggi Se-Jawa Timur

Gubernur Khofifah mengatakan bahwa produktivitas beras di Kabupaten Ponorogo ini merupakan peningkatan produktivitas tertinggi di Jawa Timur.

SURYA.CO.ID/Fatimatuz Zahro
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengikuti panen raya di Desa Bedingin, Kabupaten Ponorogo, Selasa (6/4/2021). 

SURYA.CO.ID, PONOROGO - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengikuti panen raya di Desa Bedingin, Kabupaten Ponorogo, Selasa (6/4/2021).

Panen raya khusus ini sengaja dilakukan Gubernur Khofifah di Ponorogo yang capaian produktivitasnya menunjukkan prestasi di tahun 2020 yang lalu.

Gubernur perempuan pertama Jatim ini mengatakan, produktivitas beras di Kabupaten Ponorogo ini merupakan peningkatan produktivitas tertinggi di Jawa Timur.

"Data BPS yang dirilis bulan Maret tahun 2021, dari 10 produsen beras di Jatim, luasan lahan Ponorogo ini nomor 10 di Jatim. Tapi dari peningkatan produksi gabah dan beras di Jatim, Ponorogo peningkatannya 17 persen. Ini tertinggi di Jatim," kata Khofifah.

Padahal di tahun 2020 kemarin, ada satu kabupaten yang justru mengalami kontraksi sampai minus 5 persen. Namun Ponorogo berhasil mengalami pertumbuhan sampai 17 persen produktivitas gabah dan beras.

Lebih lanjut Khofifah mengatakan, bahwa Ponorogo memiliki keunggulan dengan inovasi padi Kreasi Insan Petani (KIP).
Khofifah menyebutkan, bahwa ini menjadi harapan baru di mana petani lain di Jatim nantinya bisa mengakses bibit padi unggul tersebut.

"Saya melihat ini new hope bagi para petani untuk bisa akses bibit yang bisa memberi jaminan bagi mereka untuk menghasilkan peningkatakan produktivitas yang semakin signifikan. Yang bahkan hitungannya bisa dilihat sampai berapa peningkatannya per hektar," tegas Khofifah.

Untuk itu ia optimis, benih padi jenis baru yang diberi nama Kreasi Insan Petani (KIP) menjadi harapan baru bagi para petani di Ponorogo.

Benih padi KIP memiliki kuantitas minimal 12 ton dalam ukuran lahan penanaman satu hektare.

"Ini varietas unggulan. Tentu kita akan melihat ikhtiar untuk memenuhi kebutuhan alat-alat pertanian, baik combi (mesin pemotong padi), kemudian dryer," ucapnya.

Ia menyebut, bahwa saat ini yang menjadi kebutuhan bagi petani adalah alat-alat pertanian. Mulai dari mesin pengering hingga mesin combi. Oleh sebab itu Pemprov Jatim akan memetakan secara detail kebutuhan itu.

"Kalau ada dryer kandungan airnya semakin rendah. Setelah itu beras yang pecah akan semakin kecil. Semua akan memberikan efek kualitas beras yang dihasilkan," pungkas Khofifah.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved