Berita Sumenep
Dari Rutan, Para Napi Disiapkan Menjadi 'Dosen' untuk Mahasiswa di Sumenep
Tak hanya itu, bahkan napi Rutan Klas II B Sumenep sebagian juga ada yang diberi hak pendidikan atau sekolah di penjara.
Penulis: Ali Hafidz Syahbana | Editor: Deddy Humana
SURYA.CO.ID, SUMENEP - Dalam waktu dekat, bakal banyak narapidana (napi) yang masuk ke kampus. Itu setelah Wakil Bupati Sumenep, Dewi Khalifah berencana menjadikan para napi Rutan Klas II B sebagai turor atau pelatih bidang kerajinan dan wirausaha di perguruan tinggi.
Khalifah mengatakan, pembinaan dan pelatihan keterampilan yang diberikan oleh Rutan Klas II B Sumenep merupakan modal utama napi untuk menjadi tutor mahasiswa dalam berwirausaha.
Ia menuturkan, napi yang telah bebas memiliki kedudukan yang sama dengan masyarakat yang lain. Bahkan mantan napi sekalipun, juga tetap memiliki hak untuk berkarya dan memiliki profesi tertentu. Semisal sebagai pengusaha, tutor dan lain semacamnya.
"Masyarakat harus bisa menerima mereka dan keterampilan yang mereka miliki harus disinergikan, baik untuk sekolah tinggi (kampus) misalnya. Juga dengan masyarakat," kata Dewi Khalifah saat dikonfirmasi, Selasa (6/4/2021).
Napi di Rutan Klas II B Sumenep telah dibekali berbagai keterampilan yang bersifat ekonomis. Semisal kerajinan souvenir dan membatik. Tak hanya itu, bahkan napi Rutan Klas II B Sumenep sebagian juga ada yang diberi hak pendidikan atau sekolah di penjara.
Soal kerajinan yang dihasilkan oleh para napi, disebutnya sudah bagus dan sangat layak untuk dipasarkan. Semisal ada batik tulis hasil karya Napi binaan Catra Buana Rutan Sumenep.
"Saya yakin mereka kelasnya sudah bukan kelas perajin, tetapi sudah menjadi tutor di tengah masyarakat," tuturnya.
Pihaknya menegaskan, akan segera mengupayakan Rutan Sumenep bekerjasama dengan kampus STITA Aqidah Usymuni Terate guna mewujudkan wacana napi atau mantan napi menjadi tutor keterampilan wirausaha.
Tak hanya di situ, ia juga akan mengupayakan bisa kerjasama dengan kampus lain yang ada di wilayah Sumenep. "Saya akan mensinergikan, mudah-mudahan ini menjadi sinergi yang bermanfaat di tengah masyarakat dan menanamkan sebuah kebaikan," katanya.
Ia pun mengimbau masyarakat untuk tidak memberi stigma negatif terhadap mantan Napi. "Meskipun mereka pernah melakukan kesalahan, tetapi setelah ini bermanfaat bagi orang lain dengan karyanya. Ini lebih baik dari pada kita yang belum berbuat apa-apa," tandasnya. ****
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/napi-menjadi-dosen-di-kampus.jpg)