Breaking News:

Berita Situbondo

Apes, Saat Tangkapan Melimpah, Perahu Nelayan Situbondo Malah Tenggelam

Tetapi karena perahu Tunggal karam di perairan yang cukup ramai kapal-kapal nelayan, maka kejadian itu cepat direspons sesama nelayan.

surya/izi hartono
Beberapa warga Desa Kilensari, Kecamatan Panarukan Situbondo menunggu di tepi pelabuhan Panarukan saat ada kabar perahu ikan tenggelam, Selasa (6/4/2021). 

SURYA.CO.ID, SITUBONDO - Sebanyak 12 anak buah kapal (ABK) dari kapal tradisional asal Situbondo, berhasil diselamatkan dari perairan di Laut Jawa, Selasa (6/4/2021), setelah kapal yang mereka naiki tenggelam.

Kapal tradisional jenis slerek itu tenggelam lantaran mengalami kelebihan muatan (overload) hasil tangkapan.

Informasi yang dihimpun Pusdalop BPBD Situbondo, Selasa (6/4/2021), awalnya perahu Tunggal yang dinakhodai Juri (55) itu berangkat melaut dengan membawa 12 orang ABK. Semua awak perahu adalah warga Desa Kilensari, Kecamatan Panarukan.

"Kecelakaan laut itu terjadi saat perahu dalam pelayaran kembali ke darat (Panarukan). Mereka baru menangkap ikan di perairan Laut Jawa sekitar Selat Madura," kata anggota Pusdalop BPBD Situbondo, Ipung.

Informasi yang diperoleh SURYA, perahu Tunggal itu sebenarnya bernasib baik, karena membawa tangkapan ikan yang melimpah. Tetapi dalam pelayaran pulang, mendadak perahu mulai oleng dan tenggelam.

Tetapi karena perahu Tunggal karam di perairan yang cukup ramai kapal-kapal nelayan, maka kejadian itu cepat direspons sesama nelayan. Semua awal kapal Tunggal diselamatkan perahu nelayan Soneta yang melintas.

"Dugaannya berat penumpang dan muatan berlebihan, sehingga perahu karam di laut lepas. Tetapi saat itu ada perahu Soneta yang juga melaut dan mengevakuasi seluruh ABK itu. Hingga akhirnya seluruh ABK ini bisa diselamatkan dab dievakuasi ke pesisir Panarukanm," jelasnya.

Setelah menyelamatkan nakhoda dan 12 ABK, para nelayan berencana mencari titik tenggelamnya perahu Tunggal itu. Sementara kerugian diperkirakan mencapai Rp 70 juta. ****

Penulis: Izi Hartono
Editor: Deddy Humana
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved