Breaking News:

Sambang Kampung

Warga Wonorejo Surabaya Tegakkan Protokol Kesehatan Hingga Jadi Zona Hijau

Upaya mengurangi penyebaran Covid-19 terus dilakukan dalam skala mikro di tingkat RT dan RW untuk menekan penyebaran Covid-19.

SURYA.CO.ID/Sulvi Sofiana
Lurah Wonorejo, Wahyu Hidayat dan Wakil Ketua Posko PPKM Wonorejo, Syaiful Effendy saat menunjukkan bendera PPKM Mikro yang saat ini sudah tidak dipakai karena kasus Covid-19 kosong di wilayahnya, Senin (5/4/2021). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Upaya mengurangi penyebaran Covid-19 terus dilakukan dalam skala mikro di tingkat RT dan RW untuk menekan penyebaran Covid-19.

Tak terkecuali di kelurahan Wonorejo, Kecamatan Rungkut, Kota Surabaya, yang mulai tahun 2021 berusaha menekan penyebaran Covid-19 selama Surabaya menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

Lurah Wonorejo, Wahyu Hidayat mengungkapkan, selama PPKM, pihaknya bekerja sama dengan Babinsa dan Bhabinkamtibmas setiap harinya mereka berjaga di posko PPKM yang berada di kantor kelurahan.

"Kami berkomunikasi melalui sosial media kemudian mulai bergerak tracking jika ditemukan kasus positif,"ujar Wahyu, Senin (5/4/2021).

Namun, menurut Wahyu, selama ini banyak ditemukan kasus positif beralamat di wilayahnya, hanya saja yang bersangkutan tidak tinggal di sana.

"Kalau ditemukan kasus positif, maka di wilayah RT itu diberi bendera pemberlakuan PPKM Mikro. Benderanya bervariasi, tergantung dari jumlahnya kasus, jika di bawah tiga maka bendera kuning. Tetapi jika kasus di atas tiga orang positif maka diberi bendera merah," urainya.

Dikatakan Wahyu, minggu ini wilayahnya berhasil mencapai status hijau dengan nol kasus Covid-19. Hal ini tak lepas dari komitmen bersama untuk melakukan pengecekan di berbagai wilayah RT dan RW terkait pemakaian masker.

"Kalau dulu masih kami edukasi untuk pakai masker, bahkan kami bikin masker untuk dibagikan. Tetapi sekarang langsung didenda Rp 150 ribu," ujarnya.

Berkat penegakan protokol kesehatan dengan memastikan 5M diterapkan, kini warga mulai tertib memakai masker dan mengurangi kerumunan.

"Saat ini dibandingkan kelurahan lain di Rungkut, Wonorejo sudah menurun, biasanya ada satu di rumah sakit. Atau ber-KK sini dan orangnya bukan di sini," urainya.

Saat ini, pihak kelurahan juga membentuk PKK pendekar biru yang membantu tracing warga yang positif.

"Dan tracing lebih mudah dengan memakai sosmed," tegas Wahyu.

Wakil Kepala Posko PPKM Wonorejo, Syaiful Effendy mengungkapkan hasil evaluasi PPKM mikro ini sangat menekan penyebaran Covid-19, beda dengan PSBB yang fokusnya di kecamatan. Karena PPKM ini fokus ke RT dan RW.

"Sehingga RT ini peduli jika ada yang positif, saling membantu dan mengedukasi. Sehingga tidak takut jika positif," tegasnya.

Hingga saat ini, warga tidak lagi malu saat menderita Covid-19. Dan lebih terbuka sehingga mendapat penanganan tepat dan warga lain lebih aware.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved