Breaking News:
Grahadi

Pemprov Jatim

Pemprov Jatim Tanggapi Trending Topic 'Gubernur Khofifah', Bantah Gerakkan Buzzer

Tagline 'Gubernur Khofifah' berulang kali menjadi trending topic di media sosial twitter. Terakhir pada akhir pekan lalu.

SURYA.CO.ID/Fatimatuz Zahro
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Tagline 'Gubernur Khofifah' berulang kali menjadi trending topic di media sosial twitter. Terakhir pada akhir pekan lalu, nama Gubernur Jawa Timur itu kembali menduduki urutan terakhir di trending topic platform media sosial berlogo cuitan burung biru itu.

Namun sayangnya apa yang menyebabkan 'Gubernur Khofifah' menjadi trending topic tidak jelas.

Dari penelusuran SURYA.CO.ID, cuitan terkait Gubernur Khofifah di-posting dengan mengkutip potongan-potongan kutipan Gubernur Jatim di media massa dan diakhiri dengan dua kata 'Gubernur Khofifah'. Cuitan yang ada mencapai ribuan.

Oleh sebab itu, banyak netizen yang kemudian menyangka bahwa trending topic 'Gubernur Khofifah' itu adalah dibuat sengala oleh ulah buzzer.

Menanggapi hal itu, Plh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Heru Tjahjono menegaskan, Pemprov Jatim tidak memiliki dan mempekerjakan buzzer atau pendengung di media sosial.

“Sekali lagi saya ingin tegaskan, bahwa Grahadi tidak pernah memanipulasi percakapan di platform media sosial manapun. Kami juga tidak pernah menganggarkan untuk menggerakkan buzzer,” ungkap Heru di Grahadi, Senin (5/4/2021).

Gubernur Khofifah sendiri, kata Heru, mengaku kaget saat dirinya diberitahu menjadi trending topic di Twitter.

Terlebih percakapan yang trending tersebut berpola dan seperti mengikuti satu instruksi.

Gubernur, lanjut Heru, juga menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menginstruksikan siapapun untuk memanipulasi percakapan di media sosial.

“Jadi isinya petikan-petikan isi berita dan statement, namun tidak jelas apa yang dimaksud. Inilah yang mengakibatkan netizen menuding Grahadi menggerakkan buzzer. Padahal kami sendiri tidak tahu siapa dirigennya,” imbuhnya.

“Kami tidak ingin berspekulasi siapa pelakunya. Mungkin orang iseng yang ingin menjatuhkan kredibilitas Gubernur Khofifah. Tapi yang pasti, kami tidak pernah mempekerjakan buzzer untuk pencitraan Gubernur Khofifah,” tambah Heru.

Pihak Pemprov Jatim pun, dikatakan Heru sempat menelusuri siapa yang ada dibalik pembuat trending topic tersebut.

Namun saat ditelusuri, mayoritas akun yang mencuitkan 'Gubernur Khofifah' adalah akun-akun baru yang baru bergabung di bulan Januari 2021 dengan jumlah follower atau pengikut kurang dari 100.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved