Rabu, 29 April 2026

Berita Lumajang

Pemicu Puluhan Petani Senduro Kabupaten Lumajang Demo di Depan Kantor DPRD

Puluhan petani dari wilayah Senduro melakukan aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD Kabupaten Lumajang, Senin (5/4/2021) siang.

Penulis: Tony Hermawan | Editor: Parmin
surya.co.id/tony hermawan
Puluhan petani dari wilayah Senduro berdemo di depan Gedung DPRD Kabupaten Lumajang, Senin (5/4/2021) siang. 

SURYA.co.id | LUMAJANG - Puluhan petani dari wilayah Senduro melakukan aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD Kabupaten Lumajang, Senin (5/4/2021) siang.

Mayoritas warga yang tinggal di kawasan hutan itu menolak rencana pemerintah yang akan melakukan tukar guling atau penggusuran lahan.

Lulik salah satu orator aksi mengatakan, sejak ratusan tahun silam nenek moyang mereka menempati sebagian kawasan  hutan Senduro. Sehingga dia menolak tukar guling. 

Selain itu, menurutnya, secara keuangan warga setempat tidak mampu untuk mengganti lahan yang sudah ditinggali.

“Kami juga menolak akses jalan Dusun Karanganyar untuk dijadikan akses wisata. Karena banyak kendaraan yang melewati jalan kecil sehingga itu sangat membahayakan dan mengganggu aktivitas masyarakat bertani," kata Lulik, Senin (5/4/2021).

Setelah hampir dua jam massa ini melakukan aksi di depan, akhirnya salah satu perwakilan diperbolehkan melakukan audiensi bersama wakil rakyat. 

Di sana, mereka ditemui oleh Wakil Ketua DPRD, Bukasan.

Bukasan mengatakan, secepatnya akan melakukan koordinasi dengan instansi terkait. 

Pihaknya juga akan mengumpulkan data atas klaim tanah di wilayah Senduro atau masuk wilayah perhutani atau masyarakat setempat.

"Soal Desa adat, kami akan rapat kerja bersama Bappeda berkaitan dengan rencana pembangunan ke depan termasuk area disana," ujar Bukasan.

Terpisah, Asisten Perhutani (Asper) Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Perhutani Senduro Lesmana Jaya Putra Emu turut merespon aksi ini. 

Ia menjelaskan bahwa, tukar guling dan penggusuran lahan merupakan isu lawas yang sudah batal dilakukan.

"Itu sudah lama selesai kenapa muncul lagi. Sudah tidak ada tukar guling," pungkasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved