Breaking News:

Berita Pamekasan

Pamekasan Dikuasai Preman, Polisi Ringkus 97 Pelaku Hanya Dalam 15 Hari

Dan meleset dari perkiraan semula, ternyata penindakan terbanyak bukan dari kasus narkoba atau miras, melainkan premanisme.

surya/kuswanto ferdian
Kapolres Pamekasan, AKBP Apip Ginanjar (tengah) memamerkan sejumlah barang bukti hasil penindakan Operasi Pekat Semeru 2021 di halaman Polres Pamekasan, Senin (5/4/2021). 

SURYA.CO.ID, PAMEKASAN - Hasil tindakan tegas jajaran Polres Pamekasan selama Operasi Pekat Semeru 2021, menunjukkan bahwa wilayah Pamekasan masih dikuasai tindak premanisme. Dari sekian tersangka atas berbagai tindak kejahatan, kasus premanisme masih sangat dominan dengan jumlah 97 tersangka.

Seperti diketahui Polres Pamekasan menggencarkan Operasi Pekat Semeru 2021 sejak Senin (22/3/2021) sampai Jumat (2/4/202) dan mengamankan 168 tersangka.

"Operasi Pekat Semeru 2021 ini dalam rangka cipta kondisi jelang Ramadhan 2021, dan menanggulangi maraknya kejahatan yang meresahkan masyarakat," kata Kapolres Pamekasan, AKBP Apip Ginanjar, Senin (5/4/2021).

Dikatakan Apip, sasaran operasi itu meliputi premanisme, prostitusi, pornografi, perjudian, miras, petasan, bahan peledak, dan narkoba. Dari 133 kasus, polisi mengamankan 168 tersangka.

Dan meleset dari perkiraan semula, ternyata penindakan terbanyak bukan dari kasus narkoba atau miras, melainkan premanisme.

Rinciannya, tersangka premanisme sebanyak 97 orang prostitusi 17 tersangka, pornografi 1 tersangka, perjudian 3 tersangka, miras 33 tersangka, bahan peledak 1 tersangka, dan narkoba 16 tersangka.

"Dalam penumpasan premanisme ini kami mengamankan 2 motor, 3 golok, dan uang Rp 1.165.000," kata AKP.

Sedangkan hasil barang bukti penindakan kasus prostitusi, pihaknya mengamankan uang Rp 250.000, sebuah seprei dan satu pakaian dalam wanita.

Sementara untuk kasus Pornografi, polisi menyita handphone (HP) berisi konten pornografi. "Kalau kasus perjudian kami amankan 2 HP yang berisi situs, nomor togel, dan bukti transfer," bebernya.

Sementara untuk kasus miras, polisi mengamankan 1.046 botol miras berbagai merek. Sedangkan, kasus bahan peledak, diamankan barang bukti 13 bahan bom ikan. "Khusus narkoba, total barang bukti yang kami amankan sebanyak 37,92 gram sabu dan 10 butir pil logo Y," ungkapnya.

Ditambahkan Apip, dari 168 tersangka yang diamankan, hanya 28 orang yang menjalani proses hukuman alias ditahan. Sementara 127 tersangka lainnya mendapatkan pembinaan.

Menurutnya, banyaknya tersangka penyakit masyarakat yang diamankan ini berkat dukungan dari semua pihak. Ia mengaku sangat terbuka bila masyarakat ingin memberikan informasi apa pun demi mengurangi penyakit yang meresahkan.

"Ini semua demi menjaga keamanan dan kekondusifan warga Pamekasan jelang perayaan bulan suci Ramadan. Kami akan menjaga Pamekasan agar terhindar dari penyakit masyarakat. Penindakan ini akan terus berlanjut dan tidak hanya berhenti di sini saja," tegasnya. ****

Penulis: Kuswanto Ferdian
Editor: Deddy Humana
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved