Breaking News:

Jelang Ramadan, Harga Komoditas Pangan di Jatim Masih Terus Mengalami Kenaikan

Delapan hari menjelang bulan Ramadan 2021, harga komoditas pangan di sejumlah pasar tradisional yang ada di Jawa Timur terpantau terus naik

SURYA.CO.ID/Fikri Firmansyah
Pedagang penjual sayur mayur dan bumbu dapur di Pasar Wonokromo, Tarsih (62) saat ditemui SURYA.CO.ID, Senin (5/4/2021). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Delapan hari menjelang bulan Ramadan 2021, harga komoditas pangan di sejumlah pasar tradisional yang ada di Jawa Timur (Jatim) terpantau masih saling berlomba mendaki gunung Inflasi.

Berdasarkan pemantauan SURYA.CO.ID pada Senin (5/4/2021) ini, di Kota Surabaya, bahan pangan masih terus mengalami kenaikan harga.

Rata-rata kenaikan harga pangan terjadi sejak 6 hari yang lalu atau start dari per tanggal 1 April 2021.

Di Pasar Wonokromo dan Pasar Pucang Anom Surabaya, sejumlah komoditas pangan yang mengalami kenaikan harga terjadi pada kelompok pangan nabati seperti sayur mayur dan minyak goreng.

Pun sama halnya dengan kelompok pangan hewani atau protein seperti daging sapi, daging ayam dan telur.

Pengakuan salah satu pedagang sembako di Pasar Wonokromo, Eko (28) mengatakan, untuk bahan pokok (bapok) yang mengalami kenaikan harga ada telur dan minyak goreng curah.

"Naiknya tipis mas cuman 1.000 rupiah, telur dari 20 ribu per kg menjadi 21 ribu per kg, sedangkan minyak goreng curah dari Rp 14 ribu per liter menjadi Rp 15 ribu per liter," ungkap Eko.

Kendati naik tipis, Eko menyayangkan naiknya harga bapok, khususnya telur dan minyak goreng.

Pasalnya, meski harganya turun pembeli masih sepi.

"Seharusnya Pemerintah bisa menekan harga, karena ini kan menjelang Ramadan, kalau harga-harga masih naik terus kayak sekarang bisa-bisa pembeli tetap sepi juga sekalipun sudah tiba masa puasa," gerutu Eko.

Halaman
1234
Penulis: Fikri Firmansyah
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved