Breaking News:

Berita Lamongan

Di Lamongan, BNPT Paparkan Solusi Mengantisipasi Sebaran Faham Radikalisme dan Terorisme

Diakui Untung, selama ini Lamongan memang menjadi episentrum dari berbagai kegiatan sinergitas di Jatim sejak 2019.

surya/hanif manshuri
Kunjungan Sekretaris Utama BNPT, Mayjen TNI Untung Budiharto dan Tim Sinergitas Antar Kementrian/Lembaga (K/L) di Kabupaten Lamongan 2021 di Balai Desa Sedayulawas, Kecamatan Brondong, Senin (5/4/2021). 

SURYA.CO.ID, LAMONGAN - Bagaimana merasakan kehidupan masyarakat yang aman di tengah keberagaman saat meningkatnya ancaman radikalisme dan terorisme, sebaiknya belajar dari Lamongan.

Bisa jadi, pesan itu secara implisit disampaikan Sekretaris Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Mayjen TNI Untung Budiharto saat kunjungannya ke Balai Desa Sedayu Lawas Kecamatan Brondong, Senin (5/4/2021).

Diakui Untung, selama ini Lamongan memang menjadi episentrum dari berbagai kegiatan sinergitas di Jatim sejak 2019. Sinergitas di sini adalah kerjasama antar kementrian dan lembaga guna memberi rasa aman kepada masyarakat.

"Kita dikejutkan aksi bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar. Kami mengutuk keras aksi itu, para pelaku, dan simpatisan di balik semua itu," ungkap Untung dalam Kunjungan Kerja Tim Sinergitas Antar Kementrian/Lembaga (K/L) di Kabupaten Lamongan itu.

Insiden di Makassar, jelas Untung, menunjukkan bahwa terorisme, vandalisme dan radikalisme masih hidup di negara ini. Kedatangan BNPT di Lamongan untuk menawarkan solusi guna mengatasi bersama tindakan terorisme tersebut. "Di sini pentingnya peran kita bersama, sinergi bersama," katanya.

Diungkapkan Untung, adanya aksi terorisme memang menjadi indikasi bahwa masih ada sebagian masyarakat yang terpapar pemahaman radikal sehingga di antara mereka bahkan siap melakukan aksi nekad.

Saat ini katanya, kementerian dan lembaga yang bergabung dalam kegiatan sinergitas, mencapai 46 kementerian dan lembaga. "Jadi kesadaran menanggulangi terorisme dan radikalisme adalah tanggungjawab bersama. Dan Lamongan menjadi salah satu lokasi khusus kegiatan sinergitas di Jawa Timur sejak tahun 2019," tegasnya.

Ia berharap kegiatan ini akan membuka cakrawala baru bagi masyarakat untuk hidup di tengah keberagaman. Berkaca dari Lamongan, maka perlu adanya sosialisasi untuk mengedukasi masyarakat tentang hidup bernegara dengan berbagai upaya pencegahan. Agar masyarakat dapat hidup moderat, saling memahami satu sama lain.

Sementara Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi mengapresiasi kedatangan tim sinergitas antar kementerian dan lembaga di Lamongan. Kunjungan itu sekaligus meningkatkan kesinambungan program sinergitas yang berbasis pembangunan dan kesejahteraan antara pemerintah pusat dengan Pemkab Lamongan.

"Terimakasih atas kehadiran Tim Sinergitas Antar Kementrian/Lembaga. Mudah-mudahan kedatangan ini memacu Lamongan untuk terus berkarya," ungkap Yuhronur.

Diuraikan pula, dinamika penduduk yang beragam tersebut mendorong pemerintah dan masyarakat Lamongan untuk terus berupaya membina kerukunan dan toleransi antar maupun intern pemeluk agama di Lamongan.

Turut hadir di acara ini, Deputi Bidang Politik, Hukum, Pertahanan dan Keamanan Bappenas, Slamet Soedarsono, Kabiro Perencanaan Hukum dan Humas BNPT, Bambang Surono. Juga Kapolres Lamongan, AKBP Miko Indrayana dan Dandim 0812 Lamongan, Letkol Inf. Sidik Wiyono. ****

Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Deddy Humana
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved