Selasa, 5 Mei 2026

Berita Jember

Air Mineral Usik Pembahasan Raperda APBD Jember, Akibat Tiga Anggota Dewan Mendadak Sensi

Sudah menjadi pemandangan umum, ketika rapat paripurna ada suguhan antara lain berupa kue dan minuman (kopi, teh, air mineral).

Tayang:
Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Deddy Humana
surya/sri wahyunik
Suguhan air mineral yang dikritik anggota DPRD Jember dalam rapat pembahasan Raperda APBD 2021, Senin (5/4/2021). Berbau KKN. 

SURYA.CO.ID, JEMBER - Suguhan air mineral saat rapat paripurna di gedung DPRD Jember menjadi bahan sentilan. Sentilan itu datang dari tiga anggota dewan ketika rapat paripurna berlangsung, Senin (5/4/2021) siang, gara-gara air mineral yang disediakan ternyata produksi dari keluarga Bupati Jember.

Meski hanya sebentar, sentilan dari tiga anggota dewan yang mendadak sensitif itu memang mengganggu jalannya rapat yang sangat serius.

Ceritanya, anggota DPRD sedang menggeber pembahasan Raperda APBD Jember 2021. Pembahasan dilakukan secara marathon, mulai Minggu (4/4/2021) malam, Senin (5/4/2021) siang dan malam.

Sudah menjadi pemandangan umum, ketika rapat paripurna ada suguhan antara lain berupa kue dan minuman (kopi, teh, air mineral). Tetapi biasanya, suguhan tidak menjadi persoalan atau menjadi bahan sentilan, sampai koreksi.

Namun pemandangan berbeda terjadi ketika Rapat Paripurna III berlangsung Senin (4/4/2021) siang. Ada tiga anggota dewan yang mempertanyakan merek air mineral yang disuguhkan. Ketiganya adalah Agusta Jaka Purwana, Sunarsi Khoris, dan Nyoman Aribowo.

Sentilan, kritik, dan saran mereka terkait dengan air mineral bermerk 'Al-Qodiri' yang disuguhkan saat paripurna beragendakan Jawaban Pemandangan Umum Fraksi terhadap Penyampaian Nota Pengantar Raperda APBD Tahun Anggaran 2021 oleh Bupati Jember.

Kritik dan saran dari anggota dewan itu dilakukan setelah Bupati Jember, Hendy Siswanto membacakan jawabannya.

"Interupsi sebentar Pimpinan Sidang. Maaf, ini sepele, tetapi perlu kami sampaikan. Bapak bupati ini sekarang miliknya warga Jember, bukan lagi milik keluarga. Tidak enak rasanya kalau air mineral di rapat paripurna ini memakai produk dari keluarga bupati. Apalagi pemkab kan juga punya air mineral sendiri, ada Perumdam Tirta Pandhalungan. Kenapa tidak memakai itu," ujar Agusta.

Kritik dan saran dari Agusta itu langsung disahuti oleh Sunarsi Khoris. "Kalau boleh saya bertanya, apa keunggulan dari merek ini, dari pada merek lain?," sentil Khoris.

Nyoman juga menyahuti. Ia menyarankan air mineral yang dipakai sebaiknya produk milik BUMD Jember. Mungkin Bupati Jember tidak mau ribut menanggapi hal sepele di momen sangat penting itu, tetapi air mineral yang disuguhkan saat rapat paripurna Senin (5/4/2021) malam berubah.

Pada rapat paripurna beragendakan Pandangan Akhir Fraksi dan Penandatanganan Perda APBD Jember tahun 2021, air mineral yang dipakai adalah Hazora, air mineral produksi BUMD Jember, Perumdam Tirta Pandhalungan.

"Sudah ganti malam ini," ujar David Handoko Seto, anggota dewan yang juga Ketua Komisi C DPRD Jember, sambil menunjukkan foto air mineral yang disuguhkan.

Kabupaten Jember terbilang daerah yang memiliki banyak perusahaan Air Minum Dalam Kemasan (AMDK). Ada sembilan perusahaan AMDK di Jember. AMDK itu ada yang diproduksi oleh perusahaan daerah Kabupaten Jember, maupun swasta.  ****

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved