Breaking News:

Berita Lamongan

UMKM Lamongan Lahirkan Dua Merek Shuttlecock, Gubernur Jatim Minta Yuhronur Lakukan Penguatan

Khofifah pernah melihat industri sejenis yang berbasis wilayah dan dikerjakan orang satu desa tetapi belum memiliki merek sendiri.

surya/hanif manshuri
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa mengunjungi salah satu sentra IKM shuttlecock di Desa Sidomukti, Kecamatan Lamongan, Minggu (4/4/2021). 

SURYA.CO.ID, LAMONGAN - Sentra usaha kecil shuttlecock perorangan menjadi salah satu tempat yang didatangi Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa selama berkeliling Lamongan, Minggu (4/4/2021).

Gubernur menyatakan apresiasinya karena sentra UMKM shuttlecock di Desa Sidomukti, Kecamatan Lamongan itu, mampu menelurkan dua brand sendiri.

Dua brand yang dilahirkan dari UMKM milik Edi Suyanto itu, disebut Khofifah, sudah mendapat tempat di pasar olahraga bulu tangkis di Tanah Air. Yaitu merek Mixmax dan LA Cock.

Khofifah menuturkan, pernah melihat industri sejenis yang berbasis wilayah dan dikerjakan orang satu desa tetapi belum memiliki merek sendiri. "Lamongan luar biasa karena satu sentra UMKM sudah punya dua brand. Ini yang luar biasa," kata Khofifah saat melihat langsung proses pembuatan suttlecock UD Mixmax.

UMKM shuttlecock milik Edy memang mempekerjakan warga sekitar dan menjadi salah satu pelopor kebangkitan kembali usaha kecil di tengah pandemi. Menurut Khofifah, kendala-kendala yang dialami oleh IKM suttlecock yaitu persoalan kontinder akan dikomunikasikan.

"Kendala-kendala seperti kontinder ini, dialami seluruh Asia yang terjadi karena proses transportasi barang yang memang belum pulih kembali seperti sebelum pandemi, " ungkapnya.

Mendapati realita itu, pihaknya berjanji akan mengkomunikasikan dengan seluruh stakeholder di Jakarta supaya ketersediaan kontinder bisa memungkinkan untuk arus barang masuk dan barang keluar. Pertimbangannya, karena proses pemulihan ekonomi harus dilakukan bersama.

Khofifah berharap industri kecil suttlecock di Lamongan ini terus terjaga dan semakin maju. Ia pun meminta Bupati Lamongan untuk terus memberi pendampingan dan penguatan pada industri kecil dan menengah semacam ini.

"Saya mohon Bupati Lamongan untuk terus memberikan pendampingan dan penguatan terhadap industri shuttlecock ini agar semakin maju dan meluas," ujar Khofifah.

Sementara Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi mengungkapkan, IKM milik Edi Suyanto yang juga Kepala Desa Sidomukti mampu menyerap 120 tenaga kerja yang terbagi bekerja di tempat dan rumah.

"Ini adalah salah satu UMKM di Lamongan yang mulai bergairah lagi. Menjadi salah satu program kita untuk menggairahkan kembali UMKM dengan gerakan 'Ayo Beli Produk Lamongan' sebagai bagian untuk UMKM Bangkit," ungkap Yuhronur.

Edi Suyanto mengungkapkan, IKM miliknya sudah banyak menggunakan mesin otomatis, termasuk alat penguji produk dengan pemasaran melalui pihak ketiga di mana yang terbesar adalah Jakarta dan Makassar. ****

Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Deddy Humana
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved