Breaking News:

Berita Lamongan

Bayangkan Ramainya 24 Ribu Warga Lamongan Ber-Video Call saat Lebaran, Bupati Akui Sudah Terbiasa

Dari data yang ada, ada sedikitnya 24.000 warga Lamongan di perantauan dan tersebar di seluruh penjuru Tanah Air.

surya/hanif manshuri
Bupati Lamongan,Yuhronur Efendi. 

SURYA.CO.ID, LAMONGAN - Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi menyebut 'mudik virtual' sebagai salah satu cara bersilaturrahim dengan keluarga saat Lebaran 2021 atau Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriyah mendatang. Itu menyusul larangan pemerintah untuk mudik di tengah upaya mencegah munculnya kembali sebaran Covid-19.

Kepada SURYA, Minggu (4/4/2021), Yuhronur menjelaskan bahwa Lamongan memilih tidak berspekulasi mengenai keluarnya larangan resmi pemerintah itu, kecuali menyesuaikannya. Pihaknya memutuskan untuk menaati larangan mudik Lebaran tersebut. "Kita akan patuh dan menyesuaikan ketentuan terkait larangan mudik tersebut," kata Yuhronur.

Dan sebagai ganti mudik, pihaknya akan mendorong warga untuk mudik virtual. Artinya warga Lamongan mudik tanpa harus bepergian, melainkan bersilaturrahim dengan memanfaatkan teknologi, yaitu berkomunikasi secara daring atau online melalui video call.

"Kami mengimbau masyarakat untuk bersosialisasi secara virtual, saya yakin masyarakat sudah terbiasa. Seperti yang saya alami sendiri, sempat bingung tetapi sekarang lebih sering menjalin silaturahim online dengan teman-teman saya," tutur Pak Yes, sapaannya.

Dari data yang ada, kata Yuhronur, ada sedikitnya 24.000 warga Lamongan di perantauan dan tersebar di seluruh penjuru Tanah Air. Untuk warga rantau yang ada di Jakarta saja, lanjut Yuhronur, ada sekitar 17.000 orang.

Dengan mudik virtual, maka bisa dibayangkan betapa ramainya kalau puluhan ribu warga Lamongan itu ber-video call saat Lebaran nanti. Hati tetap dekat dan kebersamaan serta kehangatan silaturrahim tetap terjaga, meski berjauhan.

"Kalau keseluruhan ada sekitar 24.000 warga Lamongan di tanah rantau. Mereka terutama berasal dari desa-desa di Kecamatan Maduran, Laren, Sekaran, Solokuro dan beberapa kecamatan lainnya," ungkapnya.

Untuk diketahui, pemerintah resmi memberlakukan larangan mudik Lebaran 2021 yang berlaku bagi semua masyarakat Indonesia. Larangan mudik Lebaran 2021 disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy berdasarkan hasil rapat tingkat menteri. ****

Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Deddy Humana
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved