Breaking News:

Berita Surabaya

Warna-warni Busana Men's Fashion Style 2021, Ada Rancangan Anak Berkebutuhan Khusus

Setelah absen pada 2020, gelaran Men's Fashion Style (MFS) kembali digelar di Kota Surabaya.

surya.co.id/christine ayu
Beberapa busana yang dipamerkan dalam ajang Men's Fashion Style (MFS) 2021. Pada tahun ini, MFS digelar selama tiga hari mulai Jumat (2/4/2021) sampai Minggu (4/4/2021) di Ciputra World Surabaya. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Setelah absen pada 2020, gelaran Men's Fashion Style (MFS) kembali digelar di Kota Surabaya.

Ajang tahunan yang memamerkan beragam busana pria kini berlangsung selama tiga hari yakni mulai Jumat (2/4/2021) sampai Minggu (4/4/2021) di Ciputra World Surabaya.

"Gelaran ini diikuti oleh 35 desainer. Baik dari Surabaya maupun daerah lainnya di Indonesia seperti Jakarta, NTB, dan NTT," ungkap founder Men's Fashion Style Arif B Santoso.

Berbeda dari tahun 2019, MFS 2021 tidak mengusung tema khusus. Pihaknya ingin memberikan wadah bagi para pelaku fashion untuk eksplorasi karya.

"Satu desainer membawa enam sampai dua belas look. Kami show-kan selama tiga hari mulai pukul 18.00," ungkap model sekaligus founder Next Model Management ini.

Baca juga: Pemprov Jatim Seriusi Potensi Pasar Ekspor Produk Fresh UMKM ke Hongkong

Baca juga: Pantau Pelaksanaan Pilkades, Bupati Trenggalek Pastikan Penerapan Protokol di TPS

Seperti sekelompok perajin yang berasal dari Tegal. Mereka memamerkan busana dengan material batik khas daerahnya. Busana tersebut semakin unik dengan perpaduan kain kasur.

"Kalau kain batik saja mungkin sudah biasa. Kalau kombinasi dengan kain kasur seperti ini, pasti jarang," ungkap koordinator perajin Nano.

Salah satu busana terdiri dari kemeja model band collar berlengan pendek dan celana selutut. Busana batik dominasi merah tersebut dipadukan dengan kain kasur pada bagian dada dan paha bagian dalam.

"Kami hadirkan khusus untuk acara ini. Ada tujuh koleksi, terdiri dari dua koleksi on set dan lima lain atasan," tambahnya.

Bukan hanya itu, MFS 2021 juga memamerkan busana yang dirancang oleh anak berkebutuhan khusus (ABK).

Total ada enam busana bermotif abstrak dalam berbagai item mulai dari kemeja, outer, sampai bawahan.

Warna yang diusung juga beragam seperti cokelat, merah muda, ungu, dan masih banyak lagi.

"Ini juga masih dalam rangka peringatan World Autism Awareness Day di mana kami bekerja sama dengan Dharma Wanita Persatuan Kota Surabaya untuk memeragakan busana rancangan anak-anak berkebutuhan khusus," kata Arif.

Tak sampai di situ, para finalis Mostman International Indonesia yang mengenakan busana rancangan ABK tersebut juga diajak untuk melukis tong sampah yang akan didonasikan ke sekolah ABK.

"Kami berterima kasih karena anak-anak kami mendapatkan kesempatan untuk memamerkan karya busana yang telah mereka rancang," ungkap ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Surabaya Iis Hendro Gunawan.

Penulis: Christine Ayu Nurchayanti
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved