Penangkapan Terduga Teroris di Tuban

Sosok Terduga Teroris yang Ditangkap di Tuban: Jarang Kumpul Warga, Ini Aktivitasnya Sampai Malam

Berikut ini sosok terduga teroris yang ditangkap tim Densus 88 di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Jumat (2/5/2021). 

Penulis: M. Sudarsono | Editor: Musahadah
surya/m sudarsono
Lokasi gang rumah terduga teroris di Desa/ Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Berikut ini sosoknya. 

SURYA.CO.ID - Berikut ini sosok terduga teroris yang ditangkap tim Densus 88 di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Jumat (2/5/2021)

Terduga teroris berinisial RH alias AU (41) ini ditangkap di rumahnya Dusun Purboyo Mayangsekar, Desa/ Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban.

Sosok terduga teroris yang ditangkap di Tuban ini hampir sama dengan terduga teroris kebanyakan.

Ia jarang beraktivitas dengan warga, karena pagi sudah bekerja. 

Menurut Surat (67), warga setempat, terduga teroris ini sehari-hari bekerja sebagai tukang ojek.

Ia menjelaskan, RH tinggal bersama istri dan anaknya perempuan yang masih kecil.

Istrinya bekerja ikut orang jualan daging.

Baca juga: Aksi Koboi Pengemudi Fortuner Acungkan Pistol Depan Warga Buat Anggota DPR Geram, Polisi Gerak Cepat

Baca juga: BREAKING NEWS Densus 88 Amankan Terduga Teroris di Tuban

Dalam aktivitas sehari-hari, menurut saksi yang masih tetangga itu, terduga jarang berkomunikasi.

"Ya jarang berkomunikasi, pagi sudah berangkat ngojek malam baru pulang. Saya tidak tahu kalau ada penangkapan terduga teroris," ungkapnya.

Sementara itu, Kapolres Tuban, AKBP Ruruh Wicaksono saat dikonfirmasi terkait penangkapan terduga teroris membenarkan.

"Benar tadi diamankan di wilayah Rengel," ujar Ruruh.

Perwira menengah itu menjelaskan, jajaran Polres Tuban membantu pengamanan penangkapan maupun penggeledahan rumah terduga teroris.

Untuk hal lain mengenai keterlibatan dengan jaringan apa atau apa silahkan ditanya di Densus 88.

"Kita bantu pengamanan penangkapan terduga teroris, untuk yang lain silahkan tanya Densus," pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, polisi masih berada di lokasi untuk melakukan pengembangan.

Lokasi gang rumah terduga teroris di Desa/ Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.
Lokasi gang rumah terduga teroris di Desa/ Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. (surya/m sudarsono)

Di waktu yang hampir bersamaan, Densus 88 juga menangkap terduga teroris di jalan Simo Pomahan Utara II, Kecamatan Sukomanunggal, Surabaya. 

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Gatot Repli Handoko  mengatakan, saat ini keduanya masih dalam pengamanan Densus 88

Dari data yang didapat Tribunjatim.com dan Surya.co.id  penangkapan ini terjadi pada pukul 07.18 WIB di Surabaya. 

Terduga teroris yang ditangkap di Surabaya berinisial S.

Di lokasi kejadian juga digeledah selama satu jam untuk menemukan barang buktinya.

2 Ditangkap di Tulungagung dan Nganjuk

Polisi berjaga di TKP penangkapan seseorang terduga teroris oleh Densus 88 di Desa Tenggur, Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung, Selasa (30/3/2021).
Polisi berjaga di TKP penangkapan seseorang terduga teroris oleh Densus 88 di Desa Tenggur, Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung, Selasa (30/3/2021). (SURYA.CO.ID/David Yohanes)

Sebelumnya, tim Densus 88 Anti Teror menangkap dua terduga teroris di dua wilayah di Jatim yakni Tulungagung dan Nganjuk.

Keduanya diduga berkaitan dengan pelaku aksi terorisme di Makassar beberapa waktu lalu.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Gatot Repli Handoko membenarkan adanya penangkapan dan penggeledahan yang dilakukan pada Selasa (30/3/2021) kemarin.

"Bahwa benar telah dilakukan penangkapan terhadap dua terduga teroris oleh Densus 88 dibantu jajaran Polda Jatim, di dua lokasi. Yang pertama di Tulungagung, kedua di Nganjuk," kata Kombes Gatot, Rabu (31/3/2021).

Di Tulungagung, Densus 88 mengamankan satu terduga teroris berinisial NMR. Tepatnya di Desa Buntaran, Kecamatan Rejotangan, Tulungagung.

"Dari terduga teroris diamankan beberapa barang bukti, dua pucuk senpi rakitan," ujarnya.

Kemudian di Nganjuk, Gatot mengatakan, Densus 88 berhasil meringkus satu orang terduga teroris berinisial LAM dan barang bukti satu buku berjudul 'Fiqih Jihad'.

Dari hasil informasi yang diterima, Gatot mengatakan, kedua terduga teroris tersebut merupakan jaringan radikal Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

Tak hanya itu, berdasarkan keterangan sementara, dua terduga teroris tersebut terindikasi berencana melakukan aksi amaliah di wilayah Jatim.

Keduanya juga disebut berkaitan dengan pelaku teror bom di Makassar.

"Iya ada indikasi amaliah di Jatim. Kaitanya ada dengan kejadian di Makasar," kata dia.

Kini, Densus 88 bersama Polda Jatim masih mendalami, tujuan aksi amaliah yang direncanakan oleh dua terduga tersebut.

"Tujuan untuk melakukan amaliah dan saat ini masih dilakukan pengembangan dan pendalaman teman Densus 88 Mabes Polri bersama jajaran Polda Jatim," tuturnya.

Gatot menyebut, penangkapan terduga teroris ini merupakan wujud kehadiran negara di tengah-tengah masyarakat. Ia pun meminta warga Jatim tetap tenang.

"Imbauan kami khusus untuk masyarakat Jatim, menjalankan kegiatan tetap biasa dan tenang dan sama-sama menjaga kamtibmas," ucapnya.

Ia berharap elemen masyarakat, mulai RT, RW dapat menjaga kamtibmas dan memberikan informasi kepada kepolisian, bila menemukan hal-hal terkait gangguan kamtibmas.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved