Breaking News:

Berita Tulungagung

“Layar Berkembang Kemudi Diputar", Cara Puluhan Seniman Membentang Karya Setelah Setahun Diam

Ada sebanyak 25 seniman yang mengusung karya-karyanya, mulai seni lukis, film, teater, pedalangan dan lain sebagainya.

Penulis: David Yohanes | Editor: Deddy Humana
surya/david yohanes
Salah satu sudut ruang pamer 'Layar Berkembang Kemudi Diputar' di Gutudatang Jalan Pahlawan Gang 1 Tulungagung, Jumat (2/4/2021). 

SURYA.CO.ID, TULUNGAGUNG - Setahun penuh tidak bisa unjuk karya akibat wabah global, para seniman dari delapan kota di Indonesia seperti mendapatkan pelampiasannya saat tampil di Gutudatang di Jalan Pahlawan Gang 1 Tulungagung, Jumat (2/4/2021).

Pameran seni yang mengusung tema “Layar Berkembang, Kemudi Diputar” itu menampilkan karya-karya kolektif dari multidisiplin seni. Ada sebanyak 25 seniman yang mengusung karya-karyanya, mulai seni lukis, film, teater, pedalangan dan lain sebagainya.

Selain di Gutudatang sebagai lokasi utama, unjuk karya juga dilaksanakan di Nayanika Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Tulungagung, dan di Desa Mirigambar, Kecamatan Sumbergempol.

“Untuk pameran di Nayania, ada kelas kuratorial dan nanti hasilnya langsung dipamerkan di sana. Tetapi yang di Nayanika secara resmi dibuka Minggu (4/4/2021),” terang Agustin (23), dari Gulung Tukar, selaku penyelenggara.

Sementara pameran di Mirigambar menampilkan wayang, karya lukis dan seni instalasi. Seniman yang terlibat berasal dari Tulungagung, Kediri, Blitar, Sidoarjo, Bandung, Depok,Yogyakarta dan Jakarta.

Selain pameran, ada pula program harian seperti workshop, tour candi, lokakarya, bedah buku dan musik. “Untuk tour candi kami pilih Candi Mirigambar, kebetulan pas direnovasi. Selain peserta, nanti juga melibatkan karang taruna Desa Mirigambar,” sambung Agustin.

Pameran ini digelar sejak 1 April 2021 hingga 11 April 2021 mendatang. Ini adalah pameran pertama setelah satu tahun penuh Tulungagung berhenti dari semua kegiatan seni.

Selama pameran, penyelenggara juga tetap menerapkan protokol kesehatan, misalnya membatasi pengunjung hanya 50 orang per hari. “Kalau dari pencapaiannya sudah puas. Tetapi karena ada pembatasan, rasanya seperti ada sesuatu yang kurang,” ucap Agustin.

Bagaimana pun pameran seni “Layar Berkembang, Kemudi Diputar” menjadi angin segar kebangkitan kegiatan seni di Tulungagung. Penyelenggara di Gulung Tukar berharap, unjuk karya ini juga menjadi jalan menyatukan komunitas seni di Tulungagung.

Sebab selama ini banyak komunitas seni,seperti lukis, tari, musik dan teater, namun mereka jalan sendiri. “Kami berharap semua bisa tahu satu sama lain, kemudian jalan bareng,” tandas Agustin. ***

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved