Breaking News:

Travel

Banyak Saingan, Wisata Coban Pelangi Kabupaten Malang Sepi Kunjungan

Untuk dapat menjangkau Coban Pelangi, pengunjung diharuskan berjalan kaki sekitar 45 menit.

Penulis: Erwin Wicaksono | Editor: Titis Jati Permata
surya.co.id/erwin wicaksono
Panorama di Coban Pelangi Kabupaten Malang 

SURYA.CO.ID, MALANG - Seiring dengan persaingan tempat wisata di Kabupaten Malang yang begitu ketat membuat pengelola Coban Pelangi harus memutar otak agar bisa tetap eksis.

"Dahulu pengunjung pada tahun 2015 bisa 800 orang per hari. Sekarang nyampai 100 orang aja jarang. Itu parkiran dulunya di atas, sekarang sudah lumuten karena jarang ditempati," ujar penjaga loket Coban Pelangi, Sutiaman ketika ditemui pada Jumat (2/4/2021).

Berdasarkan pantauan di lokasi, suasana Coban Pelangi yang belokasi di Desa Gubugklakah, Poncokusumo, Kabupaten Malang siang itu sedang sepi.

Tampak hanya beberapa orang mengunjungi coban yang memiliki jalur yang ekstrim tersebut.

Sutiaman menjelaskan, seiring dengan perkembangan zaman, persaingan tempat pariwisata untuk menarik kunjungan wisata juga semakin ketat.

Pria yang sudah menjadi penjaga loket sejak puluhan tahun itu menerangkan jika Coban Pelangi dulunya tanpa pesaing.

"Malang Timur wisatanya ya hanya Coban Pelangi dulu. Kalau sekarang kan wisata banyak pilihan. Coban yang dibuka saja sudah banyak. Seperti Coban Bidadari, Tangkil, Jahe, Jidor dan coban-coban lain," kata pria asli Desa Gubuklakah ini.

Menyadari persaingan wisata yang ketat, pengelola Coban Pelangi membuat gebrakan dengan melakukan renovasi dan penambahan spot foto.

Terlihat di berbagai sisi terdapat spot foto dengan pemandangan Coban Pelangi yang bisa dilihat dari ketinggian.

"Seperti spot foto di pohon itu kami inisiasi agar pengunjung bisa melihat panorama Coban Pelangi dari atas," ucapnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved