Breaking News:

KKB Papua

Sosok Egianus Kogoya Pimpinan KKB Papua, Tantang TNI-Polri Tapi Kabur Digerebek Satgas Nemangkawi

Inilah sosok Egianus Kogoya pimpinan KKB Papua. Tantang TNI-Polri Tapi Kabur Digerebek Satgas Nemangkawi

istimewa
Egianus Kogoya (kanan). Tantang TNI-Polri Tapi Kabur Digerebek Satgas Nemangkawi. Sosoknya diulas di artikel ini 

Penulis: Putra Dewangga Candra Seta | Editor: Musahadah

SURYA.co.id - Inilah sosok Egianus Kogoya pimpinan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua.

KKB Papua Egianus Kogoya baru-baru ini jadi sorotan.

TNI-Polri yang tergabung dalam Satgas Nemangkawi berhasil menguasai markas mereka pada Sabtu (27/3/2021).

Egianus Kogoya
Egianus Kogoya (Youtube)

Baca juga: KKB Papua Semakin Terjepit Satgas Nemangkawi, Markas Egianus Kogoya Cs Berhasil Dikuasai TNI-Polri

Baca juga: Puskesmas Dibakar KKB Papua, Pasukan Berlambang Ular Piton Turun Tangan Bantu Warga Kampung Opitawak

Di grup Facebook dan website, KKB Papua Egianus Kogoya sering kali memunculkan video dari gunung-gunung dengan narasi yang menantang TNI-Polri.

Tapi mereka malah kabur terbiit-birit saat digerebek Satgas Nemangkawi di markasnya.

Lantas, seperti apa sosok Egianus Kogoya?

Jurnalis senior Papua, Victor Mambor mengaku sempat bertemu dengan Egianus Kogoya pada Januari 2019 di Distrik Mbua, Kabupaten Nduga

Ia pun membeberkan sosoknya.

Berikut sosok Egianus Kogoya yang diungkapkan Victor Mambor:

1. Usianya masih 17-an tahun

Victor menggambarkan sosok Egianus seperti remaja.

Begitu pun anak buahnya yang dinilai masih tergolong muda.

"Usianya sekitar 17-18 tahun, yang ada di sekitar Egianus juga masih remaja, usia belasan tahun," ucap Victor dikutip dari kompas.com, Rabu (31/7/2019). 

2. Ayahnya Tokoh OPM

Dari informasi yang ia dapat, Victor menyebut ayah Egianus bernama Silas Kogoya yang juga merupakan salah satu tokoh OPM.

Namun, kini ayahnya sudah meninggal.

3. Terpelajar

Dari pembicaraan selama 15 menit, Victor menilai Egianus merupakan sosok terpelajar, berbeda dengan masyarakat lain yang ada di pegunungan.

Namun, Egianus yang mengetahui bahwa ia sedang berbicara dengan seorang Jurnalis meminta agar hasil pembicaraan mereka tidak diberitakan.

4. Keberadaannya di Tempat Terpencil

Egianus Kogoya yang disebut-sebut sebagai otak aksi KKB Papua ini berada di sebuah daerah terpencil.  

Untuk bertemu dengan Egianus, Victor menyebut ada pihak lain yang tidak bisa ia sebutkan membantu untuk membuatkan janji.

Pertemuan pun diatur pada tengah malam.

Sebelum bertemu, Victor Mambor memperkirakan, saat itu ia harus berjalan kaki sekitar 2 jam sebelum tiba di lokasi Egianus.

"Jalan gelap, saya ikut arahan saja. Saya tidak tahu itu kami jalan ke arah mana, sampai tiba di perkampungan," kata Victor

Rupanya, Egianus sudah menunggu Victor di dalam sebuah honai (rumah adat suku pegunungan).

Pertemuan pun berlangsung hanya sebentar, sekitar 15 menit.

Kabur Digerebek Satgas Nemangkawi

Sesumbar tantang TNI-Polri, KKB Papua pimpinan Egianus Kogoya malah kabur terbirit-birit saat digerebek Satgas Nemangkawi.

Hal ini diungkapkan oleh Humas Nemangkawi Kombes Pol. M. Iqbal Al Qudussy, Rabu (31/3/2021).

Seperti diketahui, Satgas Nemangkawi baru-baru ini berhasil menguasai markas KKB Papua pimpinan Egianus Kogoya di Nduga.

Menurut Kombes Pol. Iqbal Al Qudussy, KKB Papua sebenarnya tidak perlu terlalu ditanggapi karena mereka semua sudah terdesak dan banyak yang menyerahkan diri.

"Pesan-pesan mereka hanya provokasi dan gertak sambal.

Jajaran TNI-Polri akan terus melindungi masyarakat Papua. Jangan sampai ada korban dari kelompok gertak sambal ini" katanya, dilansir dari Antara.

Ia juga berharap masyarakat Papua lebih baik fokus membangun ekonomi dan mempersiapkan penyelenggaraan PON XX untuk menunjukkan daya saing dan potensi-potensi SDM atlet Papua yang sangat siap bersaing di kancah nasional.

Menurut Kombes Pol. M. Iqbal Al Qudussy, teknik andalan KKB Papua Egianus Kogoya adalah menggunakan media sosial dan media daring.

Di grup Facebook dan website yang mereka kelola sering kali memunculkan video dari gunung-gunung dengan narasi yang menantang TNI-Polri.

Selain itu, mereka menyebutkan bahwa aparat keamanan tidak akan bisa menguasai wilayah mereka di Kenyam, Kabupaten Nduga.

KKB Papua Egianus Kogoya mengaku akan mengejar dan menyerang aparat keamanan di mana pun dan kapan pun.

Mereka juga menyatakan tidak akan mundur satu langkah pun dari markas mereka.

Namun, kata Kombes Pol. Iqbal Al Qudussy, pada kenyataannya KKB Papua Egianus Kogoya kabur terbirit-birit dari markas kamp lama di Kenyam, tempat pembuatan video provokasi dan pernyataan perang terhadap TNI-Polri dan disebar melalui media sosial.

Tokoh Pemuda Berpihak ke TNI-Polri

Selain terdesak karena dikepung Satgas Nemangkawi, KKB Papua ternyata juga tak dapat dukungan dari masyarakat.

Masyarakat lebih memilih mendukung TNI-Polri untuk menjaga keamanan dari gangguang Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua.

Contohnya seperi yang dilakukan Tokoh Pemuda Jayawijaya Heskia Hubi.

Melansir dari Antara, Heskia Hubi menyampaikan dukungan pemuda kepada TNI-Polri untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat hingga ke pelosok kampung di wilayah pegunungan Tengah.

"Dan khusus Binmas Noken Polri sangat baik dalam pelayanan karena sampai ke kampung kampung.

Seperti ke kampung kami dengan adanya Polri sebagai masyarakat merasa aman" ujar Heskia Hubi saat dikunjungi personel Binmas Noken yang dipimpin AKP Harbani Paruki bersama dua personel lainnya, Sabtu (27/3/2021).

Heskia Hubi menambahkan, pemuda Jayawijaya Papua mendukung pembangunan di Papua demi kemajuan bangsa dan kesejahteraan masyarakat di tanah Papua.

"Kami para pemuda sangat mendukung pembangunan di wilayah Papua dan lebih khususnya di Wamena karena pembangunan sangat penting untuk dilanjutkan.

Dengan adanya pembangunan masyarakat bisa merasakan kepedulian pemerintah kepada kami" kata Heskia.

Di tengah serangan fisik dan media dari KKB Papua, menurut Hiskia, para pemuda sebagai generasi penerus bangsa haruslah pintar memilah kebenaran informasi yang beredar di masyarakat.

"Secara garis besar isu atau berita hoaks sangat berpengaruh kepada para pemuda. Namun kami tolak informasi hoak karena dapat berpengaruh kepada masa depan kami dan merugikan banyak orang" ujarnya.

Heskia berharap, para Orang Asli Papua (OAP) bisa turut serta membantu Polri dalam segala kegiatan Binmas Noken.

Menyinggung penerimaan Bintara Noken Polri, menurut Heskia,sebagai tokoh pemuda sangat berharap kepada adik-adik pemuda di kampungnya dan di gerejanya dapat direkrut menjadi anggota Kepolisian Bintara Noken

"Saya sangat mendukung program Polda Papua dalam perekrutan anggota Kepolisian Bintara Noken Polri" harapnya.

Heskia juga mengharapkan, para pemuda di Wamena untuk mendukung penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional XX Papua sebagai tuan rumah .

"Saya mengucapkan terimakasih kepada personel Binmas Noken Polri dimana melaksanakan program yang menyentuh kebutuhan masyarakat di kampung Wesagenya.

Dan Binmas Noken harus tetap jalankan programnya" ujar Heskia.

Baca berita seputar KKB Papua lainnya

Penulis: Putra Dewangga Candra Seta
Editor: Musahadah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved