Breaking News:

Berita Lamongan

Puluhan Pelanggar Terjaring E-Tilang di Lamongan, Kebanyakan Terobos Lampu Merah

Untuk sementara titik pemasangan kamera CCTV ada di dua tempat yakni, Jaksa Agung Suprapto (Pertigaan Adipura) dan jalan Lamongrejo.

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Deddy Humana
surya/hanif manshuri
Salah satu ruas jalan di Lamongan yang terpantau kamera CCTV untuk penerapan e-tilang atau ETLE (Electronic Traffic Law Enforcement), Kamis (1/4/2021). 

SURYA.CO.ID, LAMONGAN - Kebanyakan pengendara yang terjaring dalam penerapan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) atau biasa disebut e-Tilang di Lamongan, ternyata akibat kebiasaan sepele. Yaitu para pengendara tertangkap kamera pengawas jalan, nekat menerobos lampu merah.

Pelanggaran lalu lintas yang terpantau kamera jalan dalam 10 hari penerapan e-Tilang itu, rata-rata juga pada malam hari.

"Pelanggaran justru lebih banyak terjadi ketika arus lalu lintas sedang lengang sekitar pukul 21.00 WIB. Bukannya saat arus lalu lintas sedang padat. Mungkin karena kondisi jalan sepi, sehingga masyarakat mengabaikannya," ungkap Kapolres Lamongan, AKBP Miko Indrayana, Kamis (1/3/2021).

Dalam dalam 10 hari pertama, sudah puluhan pengendara yang melanggar. Tercatat ada sebanyak 66 pelanggaran lalu lintas yang terekam kamera CCTV.

"Totalnya ada 49 pelanggaran dan untuk hari ini saja, sampai pukul 11.00 WIB ada 17 pelanggar," kata Miko.

Selain menerobos lampu merah, pelanggaran lain adalah tidak memakai helm dan pengemudi yang tidak mengenakan seat belt atau sabuk pengaman.

Untuk sementara titik pemasangan kamera CCTV ada di dua tempat yakni, Jaksa Agung Suprapto (Pertigaan Adipura) dan jalan Lamongrejo, perempatan Famili. Tetapi Miko memastikan akan ada perluasan area pemasangan CCTV untuk ETLE.

Miko juga menjelaskan mekanisme pemberitahuan untuk pelanggar. Yaitu, setelah mendapati pelanggar yang terekam CCTV, pihaknya langsung mengirimkan pemberitahuan ke alamat pemilik kendaraan.

Dari hasil tangkapan kamera itu, maka otomatis muncul data kendaraan, termasuk nama pemilik, kemudian dikonfirmasi. Dan fisik tilang baru dikirim ke alamat yang bersangkutan atau sesuai dengan alamat yang tercantum di STNK.

Kalau misalnya kendaraan sudah bukan milik pemegang kendaraan, akan dilakukan penelusuran lagi, misalnya saat itu yang pinjam siapa. "Ini yang sedang kita lakukan terkait dengan masalah penerapan ETLE di Lamongan ini," jelas Miko.

Sementara dari total 49 pelanggar lalu lintas yang terekam ETLE, sebagian pelanggar sudah datang ke Polres Lamongan untuk memberikan konfirmasi dan mengakui pelanggaran yang mereka lakukan. ***

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved