Breaking News:

Berita Lamongan

Pelestarian Budaya, Kini ASN di Lamongan Setiap Kamis di Minggu Pertama Wajib Kenakan BKL

Hari Kamis (1/4/2021) ini, Para Aparatur Sipil Negara (ASN) di Lamongan, diwajibkan mengenakan Busana Khas Lamongan (BKL).

SURYA.CO.ID/Hanif Mashuri
Para ASN di Lamongan mengikuti apel pagi sambil mengenakan Busana Khas Lamongan, Kamis (1/4/2021). 

SURYA.CO.ID, LAMONGAN - Ada yang berbeda dan tidak biasa di lingkungan Pemkab Lamongan Jawa Timur pada Kamis (1/4/2021) ini. Para Aparatur Sipil Negara (ASN) di Lamongan, hari ini mengenakan Busana Khas Lamongan (BKL).

Penampilan baru ASN Lamongan yang memakai baju hitam, udeng dan jarik itu pertama kali tampak saat apel pada Kamis (1/4/2021) pagi.

Biasanya, busana tersebut hanya dipakai para pejabat pada HUT Lamongan, atau saat undangan resmi acara Pemkab Lamongan saja. Namun kini menjadi seragam wajib ASN setiap hari Kamis, di minggu pertama setiap bulannya.

Usai apel dengan mengenakan BKL, para ASN ini pun melanjutkan rutinitas mereka melayani masyarakat.

Beberapa elemen khas yang ada pada BKL tersebut seperti penggunaan desain batik Singomengkok, pengaplikasian kowakan pada busana pria yang mengambil ciri khas busana adat tambal sewu di Desa Sambilan Kecamatan Mantup.

"Pengaplikasian Batik Singomengkok pada udeng dan sembong pada busana pria serta jarik pada busana perempuan sebagai bagian dari pelestarian budaya masyarakat Lamongan di wilayah utara," kata Kabid Kebudayaan Disparbud Lamongan, Mifta Alamuddin pada wartawan, Kamis (1/4/2021).

Pria yang akrab disapa Udin itu mengungkapkan, Busana Khas Lamongan secara resmi diperkenalkan pada 2019 silam dan sejak itu sudah dipakai dalam setiap undangan resmi acara Pemkab Lamongan, serta HUT Lamongan.

Sejak hari ini, kata Mifta, BKL telah secara resmi dikenakan sebagai pakaian dinas di Pemkab Lamongan.

"Ini adalah hari pertama Busana Khas Lamongan dikenakan secara resmi sebagai pakaian dinas di Pemkab Lamongan," ujarnya.

Sesuai dengan Perbup, telah ditetapkan BKL ini dikenakan sebagai pakaian dinas ASN di lingkungan Pemkab Lamongan setiap hari Kamis, di Minggu pertama setiap bulannya.

Pakaian dinas yang dikenakan oleh ASN Lamongan ini lengkap mulai dari ikat kepala atau udeng, kemeja hingga jarik.

"Ini menjadi kebanggaan bagi masyarakat Lamongan karena memiliki busana khas sendiri yang berakar pada kekayaan budaya lokal," jelasnya.

Kabag Prokopim Pemkab Lamongan, Arif Bachtiar juga membenarkan jika mulai 1 April ini ASN di Lamongan punya kebiasaan baru, yaitu berbusana khas Lamongan.

Aturan untuk ASN agar memakai BKL sebagai pakaian dinas tersebut sudah ditetapkan oleh Bupati Lamongan.

"Sebagai bagian untuk mencintai budaya kita sendiri dan kebanggaan karena Lamongan memiliki busana khas sendiri," pungkasnya.

Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved