Breaking News:

Berita Tulungagung

Meminimalisir Kembang Biak Nyamuk Aedes Aegypti, Mas Ipin Tebar Benih Ikan di Embung Bekas Galian

Total ada sekitar 200 ribu benih ikan yang ditaburkan di embung-embung di Kabupaten Trenggalek.

SURYA.CO.ID/Aflahul Abidin
Mas Ipin menebar benih ikan tawes di embung Desa Sukorejo, Kecamatan Gandusari, Trenggalek, Kamis (1/4/2021). 

SURYA.CO.ID, TRENGGALEK – Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin menebar benih ikan di embung bekas galian tanah di Desa Sukorejo, Kecamatan Gandusari, Kamis (1/4/2021).

Penebaran benih ikan jenis tawes itu diharapkan dapat memberi manfaat ekonomis, sekaligus meminimalisir hidupnya jentik nyamuk penyebab demam berdarah.

Embung di desa itu terbentuk dari bekas galian tanah liat oleh warga. Desa Sukorejo merupakan salah satu desa penghasil genteng dan batu bata di Trenggalek.

Penggunaan tanah sebagai bahan baku genteng dan batu bata kemudian membentuk lekuk yang kini dipenuhi air.

Bupati yang akrab disapa Mas Ipin itu mengatakan, total ada sekitar 200 ribu benih ikan yang ditaburkan di embung-embung di Kabupaten Trenggalek.

Selain di Gandusari, benih ikan juga ditaburkan di lima kecamatan lain, yakni Kampak, Munjungan, Dongko, Panggul dan Pule.

“Kami hari ini melakukan penaburan benih di Gandusari. Ini embung bekas galian tanah liat untuk warga membuat genteng dan batu bata,” kata dia.

Mas Ipin mengaku senang warga setempat memanfaatkan lekukan bekas galian yang ada untuk embung. Sebab, hal itu memberi manfaat ketimbang lekukan tanah dibiarkan begitu saja.

Manfaat yang dimaksud, seperti menjaga pasokan air baku untuk warga sekitar.

“Saya senang masyarakat memiliki kesadaran ekologis. Setelah diambil rezekinya untuk genteng dan batu bata, juga alamnya tetap dijaga. Selain membuat embung, warga juga melakukan penghijauan di sekitar sini,” sambung dia.

Halaman
12
Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved